Bolehkah ibu membunuh anaknya?

Adakah yang merasa depresi atau putus asa setelah melahirkan?
Sudahkah berkenalan dengan Post Partum Depression?

***
Post Partum Depression adalah depresi pasca melahirkan. Post Partum Depression sendiri berbeda dengan babby blues. Jika babby blues terjadi selama 7-14 hari pasca melahirkan, maka PPD (Post Partum Depression) ini berlangsung lebih lama.

Beberapa ibu baru yang menderita PPD, akan mengalami beberapa gejala seperti merasa sulit menjalin ikatan batin dengan bayi, merasa tidak senang punya anak, merawat bayi hanya sebatas kewajiban dan yang paling buruk adanya pikiran atau keinginan untuk menyakiti fisik bayinya.

Lalu timbul pertanyaan-pertanyaan dari kalangan "ibu", 'apakah wajar jika ibu berperilaki demikian?', atau 'apakah ibu itu sudah gila?'.

Teman-teman yang berbahagia dengan kehidupannya, berhentilah menghakimi keadaan psikologis seseorang atau memberikan stereotip negatif, karena kita pun tak pernah tau apa yang sebelumnya terjadi pada kehidupan masa lalunya (ibu tersebut).

Penyebab seorang ibu menderita PPD diantaranya adalah berubahnya hormon setelah melahirkan, terlalu lelah mengurus bayi yang baru lahir, masalah keluarga yang timbul pasca melahirkan, atau karena tak adanya dukungan dari keluarga terdekat.

Ibu-ibu baru yang merasakan psikologisnya sedang tidak baik, tentu akan berdampak pada aktivitas kesehariannta di rumah atau pun di lingkungan sekitarnya.

Sebelum PPD ini semakin parah, kita bisa 'sedikit' merawat atau menyembuhkan diri di dalam rumah dengan beberapa hal seperti  meminta bantuan pada orang terdekat untuk membantu pekerjaan rumah atau me time sesaat ketika bayi sedang tidur.

Mungkin kita akan marah, mengecam atau menghakimi ketika melihat atau mendengar ada seseorang ibu yang menelantarkan bahkan menyakiti fisik bayi kecilnya.
Tapi, sudahkah kita tau atau mau mendengar apa yang 'dia' rasaka selama pasca melahirkan.

Setiap orang, sangat berpotensi mengalami depresi, termasuk ibu yang baru melahirkan.
Jangan menghakimi mereka, lebih baik kita bantu dan dukung mereka. Karena penghakiman atau kata-kata negatif yanf diterima oleh ibu dengan PPD, justru akan memperburuk psikologisnya.

Dalam puncak depresi atau putus asa, ibu dengan PPD tersebut tak jarang akan melukai bayinya dalam keadaan setengah sadar.

Pernah mendengar berita seorang ibu yang menyiksa bayinya atau sampai menghabisi nyawanya?

Berhentilah menghakimi mereka. Mereka, para ibu yang mengalami PPD dalam dirinya, jauh lebih membutuhkan ruang dan waktu untuk mengembalikan sebagian dirinya 'yang hilang'.

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

Posting Komentar

0 Komentar