Nimas

Semen Tonasa : Green Industry Bukan Hanya Isapan Jempol Semata

9 comments
pt semen tonasa

Memilih Bahan Berkualitas Untuk Bangunan

Beberapa waktu lalu, om kami baru saja pindah rumah. Membeli tanah dan membangun rumahnya dari nol. Tapi ternyata saya baru tahu, jika beliau mempercayakan pada pihak ketiga untuk urusan ini. Jadi, tinggal terima beres saja. Namun, minggu kemarin, ibu mertua cerita jika rumah om kami sudah banyak retak di dindingnya.

Ada celah-celah yang bahkan kita bisa melihat ke luar, meskipun tidak besar rasanya ini cukup mengganggu, kan? Apalagi om kami sudah keluar uang ratusan juta. Keluarga kami tidak ada bekerja di bidang konstruksi kebetulan, ya saat ini cuma bisa menduga saja. Dugaan besar adalah semen yang digunakan tidak terlalu baik kualitasnya.

Krishna Suro Pribadi, seorang peneliti dari Pusat Mitigasi Bencana ITB, pernah mengatakan jika penyebab bangunan rawan roboh adalah karena pemilihan bahan baku yang tidak berkualitas hingga cara pengadukan semen dan pemasangan baja yang tidak tepat. Hal ini beliau sampaikan ketika berkesempatan melihat sebuah sekolah di Jawa Barat.
indonesiare.co.id


Peran Semen Dalam Konstruksi Bangunan

Mungkin, sebagian besar dari kita tahu, jika semen merupakan bahan baku paling banyak digunakan di Indonesia untuk bahan konstruksi bangunan. Hal ini juga dikarenakan, banyaknya hasil tambang yang bisa dimanfaatkan. Tapi, tahukah teman-teman jika semen tidak dihasilkan begitu saja dari dalam tanah?

Semen adalah gabungan dari beberapa bahan alam, seperti batu kapur, tanah liat dan gips. Gabungan ketiga bahan ini, nantinya memiliki fungsi yang sama yakni melekatkan. Dulu, di kampung saya, kuli bangunan masih menambahkan batu kapur atau gamping secara terpisah untuk campuran adukan semen.

Apakah di tempat teman-teman juga menggunakan cara seperti ini? Tapi sayangnya, saat ini tidak ada yang menggunakannya.

Apakah teman-teman tahu, jika tidak semua bangunan menggunakan bahan konstruksi yang sama? Yap. Hal ini karena setiap bangunan memiliki kebutuhan yang berbeda. Rumah tinggal, dengan gedung bertingkat atau bahkan jalan tol memiliki material yang berbeda. Karena fungsi dan lokasinya berbeda, maka kita juga tidak bisa menggunakan material yang sama.

Jenis Semen Berdasarkan Bangunan

PPC (Portland Pozzolan Cement)

PPC adalah suatu bahan pengikat yang dibuat dengan menggiling bersama-sama terak semen portland dan bahan yang mempunyai sifat pozolan atau mencampur dengan rata bubuk semen portland dengan bubuk bahan yang mempunyai sifat pozolan.

Kegunaan semen jenis PPC ini adalah untuk konstruksi bangunan umum dan bertingkat tinggi, konstruksi bangunan dekat pantai, saluran irigasi dan bangunan pada lingkungan garam agresif.

Keunggulan PPC adalah daya tahan sulfat yang sedang, karakter sama dengan portland type II, beton lebih kedap dan panas hidrasi sedang.

PCC (Portland Composite Cement)

Ini adalah suatu bahan pengikat hidrolis hasil penggilingan bersama terak semen portland dan gyps, dengan satu atau lebih bahan anorganik, atau hasil pencampuran antara bubuk semen portland dengan bubuk bahan anorganik lain.

Kegunaan semen jenis PCC adalah untuk pemasangan bata, jembatan kecil, konstruksi bangunan umum, pagar dinding, plesteran atau acian, selokan, saluran irigasi dengan permukaan halus.

Keunggulan semen jenis PCC antara lain penggunaannya yang lebih mudah, hasil lebih halus dan rata, suhu lebih rendah jadi tidak mudah retak, lebih kedap air dan tahan sulfat.

OPC (Ordinary Portland Cement)

OPC atau banyak disebut dengan semen tipe 1 adalah semen hidrolis yang dihasilkan dengan cara menggiling terak semen portland terutama yang terdiri atas kalsium silikat yang bersifat hidrolis dan digiling bersama bahan tambahan berupa satu atau lebih bentuk kristal senyawa sulfat.

OPC bisa digunakan untuk konstruksi jembatan dan jalan raya (baik overpass ataupun underpass), landasan pacu pesawat terbang, beton precast, paving block. OPC juga bisa digunakan untuk konstruksi bangunan umum yang tidak membutuhkan syarat tertentu.

Fyi, semen jenis ini punya kekuatan dan daya kerja yang cukup tinggi, loh! Selain itu, semen jenis OPC juga memiliki keunggulan seperti cepat kering, bisa digunakan untuk semua beton, daya kerja yang tinggi, dan cocok digunakan untuk konstruksi bangunan dengan syarat tertentu.


Partisipasi Semen Dalam Kualitas Udara

Penyumbang Karbondioksida Ketiga Terbesar Dunia

Menurut lembaga penelitian Chatham House, semen adalah sumber 8% emisi karbon dunia.

Chief executive dari Asosiasi Semen dan Beton Global (Global Cement and Concrete Association, GCCA), Benjamin Sporton mengatakan jika saat ini organisasi tersebut sedang menggalakan aksi komitmen industri untuk isu keberlanjutan, termasuk juga mengambil tindakan terkait perubahan iklim.

Pada tahun 2016, produksi semen dunia menghasilkan sekitar 2,2 miliar ton CO2 - setara dengan 8% dari total global.

Menggunakan Kiln Besar

Kiln adalah satu alat besar yang digunakan untuk mengolah semen. Penggunaan kiln ukuran besar, ternyata juga membutuhkan energi yang besar juga.

Polusi Udara Dalam Bentuk Debu

Tentu ini juga hal yang bisa dihindarkan. Debu-debu dari proses penghalusan bahan baku semen, dipastikan akan berhamburan ke sekitar pabrik. Hal ini, telah banyak dikeluhkan masyarakat yang kebetulan tinggal berdekatan dengan lokasi pabrik.

Debu-debu ini, akan sangat mengganggu ketika musim kemarau karena udara yang panas dan kering. Sedangkan ketika musim penghujan, debu-debu ini dapat berkurang sebab terhalau oleh air hujan.

semen tonasa

Semen Tonasa : Green Industry Dan Tanggung Jawab Sosial

Bisakah perusahaan semen menjadi industri hijau? Jika kita melihat isu-isu yang banyak bertebaran di masyarakat, tentu sebagian akan sangat pesimis dengan hal ini. Namun, jika kita mencoba melihat fakta yang ada atau mungkin, fakta yang tidak sampai ke indera kita, bisa saja kita akan mengangguk dengan sendirinya.

Adalah Semen Tonasa. Sebuah perusahaan semen yang berada di kawasan Indonesia Timur. Tentu saja, kita tidak bisa mengatakan jika perusahan hadir begitu saja tanpa adanya permasalahan lingkungan. Sebab, seperti yang kita ketahui bersama, jika setiap perusahaan secara umum memiliki masalah-masalah dengan lingkungan.

Namun, bagaimana perusahaan tersebut menyelesaikan konflik tersebutlah yang menjadikan berbeda dengan yang lainnya.

Beberapa tahun yang lalu, Semen Tonasa memang pernah berhadapan dengan masalah debu yang berterbangan sampai ke pemukiman penduduk. Hal ini tentu sangat meresahkan, dan disuarakan dengan lantang oleh warga. Lantas, bagaimana perusahaan menyikapinya?

Menyadari akan tanggung jawab sosialnya, pihak Semen Tonasa menangani masalah lingkungan dan sosial menggunakan CSR. Semen Tonasa sendiri, secara berkala melakukan pemantauan terhadap lingkungan sekitarnya, hingga kepemilikan mesin daur ulang sampah. Sebab, hal ini dirasa cukup mampu menekan dampak pada lingkungan yang karena kegiatan perusahaan.




Penghargaan Industri Hijau

PT Semen Tonasa meraih Penghargaan Industri Hijau level 5 dari Kementerian Perindustrian seiring dengan penerapan konsep efisiensi berkelanjutan ramah lingkungan. Penghargaan industri hijau ini, juga didasarkan pada penghematan penggunaan energi dan air. Penghematan ini sendiri, merupakan salah satu wujud dari pembangunan berkelanjutan.

Pengelolaan Lingkungan

“Ditahun 2010, pemanfaatan alternatif fuel mencapai 2,5% dan meningkat menjadi 6,8 % ditahun 2011. Rencananya, pemakaian alternatif fuel akan terus ditingkatkan sampai dengan 30% sehingga pemakaian batubara sebagai bahan bakar utama dapat semakin dikurangi” - Website sementonasa.co.id

Pihak Semen Tonasa menyadari, jika anggaran yang dikeluarkan untuk bakar bakar cukup tinggi. Sedangkan bahan bakar yang saat ini banyak digunakan pabrik besar adalah batu bara. Namun, Semen Tonasa kini juga menggunakan bahan alam seperti sekam padi hingga cangkang kacang mete. Dampak dari penggunaan bahan bakar alternatif ini juga sangat dirasakan oleh perusahaan.


Campur Tangan Semen Tonasa Dalam Konservasi Lingkungan

Salah satu harapan PT. Semen Tonasa adalah dapat ikut serta dalam proses penghijauan lingkungan sekitarnya dan tidak lagi menuai keluhan dari masyarakat.

Menurut saya, ini merupakan langkah awal yang cukup mengesankan bagi sebuah perusahaan. Sebab, sebagai salah satu perusahaan tambang, tentu Semen Tonasa sangat dekat dengan konflik-konflik tersebut. Tidak hanya secara adat, namun secara hukum pun ada aturan yang harus dijalankan sebagaimana mestinya.

Mengelola Geopark Bulu Sipong (Pengelolaan Area Pascatambang)

Saya pun baru tahu ketika menuliskan ini. Siapa yang menyangka, jika Geopark Bulu Sipong adalah bekas pabrik Semen Tonasa? Ya. Wilayah ini, dulunya adalah kawasan Pabrik Semen Tonasa Unit 1, pada tahun 1972.

Kini, area ini dikelola oleh pihak perusahaan dan difungsikan sebagai wilayah konservasi tanaman endemik, kawasan budaya dan wisata edukasi. Informasi menarik lainnya, bahwa di area ini juga terdapat 8 gua prasejarah dan diakui oleh Dinas Pelestarian Cagar Budaya Makassar. Menarik, kan?

Program Penghijauan Di Area Reklamasi

Di masa pandemi, PT. Semen Tonasa tetap tumbuh dengan kepeduliannya pada masyarakat. Hal ini, juga seperti yang dilakukannya terhadap lingkungan.

“Semen Tonasa punya komitmen yang kuat untuk terus menjaga lingkungan, tidak hanya mengeksploitasi tetapi bagaimana pasca pemanfaatan itu ada pemeliharaan dengan baik” - Subhan, Dirut Semen Tonasa 2018

PT. Semen Tonasa juga aktif dalam penanaman di wilayah reklamasi dan area pascatambang. Sebagai perusahaan yang berwawasan lingkungan, memang sudah sepatutnya komitmen ini terus dilakukan.

Bahkan, pada tahun 2017, Semen Tonasa melakukan penanaman 1000 pohon bambu di area Coal Unloading System. Coal Unloading System adalah sistem pembongkaran batu bara. Mungkin ada yang berpikir “untuk apa menanam bambu”. Tidak banyak yang mengetahui, jika bambu ini sangat berperan dalam menjaga kualitas tanah.


Pengelolaan Limbah B3

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Bab X Bagian 3 Pasal 69, mengatur dengan jelas mengenai larangan-larangan dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Salah satu larangannya adalah dilarang membuang limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) ke lingkungan hidup. Fathurrahmi, mahasiswa Universitas Negeri Makasar, pada tahun 2018 dalam Journal Environmental Science mengatakan bahwa pabrik tidak mengeluarkan limbah karena semua proses pencampuran menggunakan proses kimia.



Sudah 53 tahun Semen Tonasa ikut andil dalam pembangunan infrastruktur negeri ini. Lima dekade, tentu bukanlah perjalanan yang singkat. Sebagai sebuah perusahaan hasil tambang, Semen Tonasa sangat memberikan keleluasaan bagi masyarakat sekitar untuk menyampaikan keluhannya.

Sebagai perusahaan yang berkomitmen terhadap konservasi lingkungan, Semen Tonasa tidak hanya menanam pohon, namun juga membantu mengatasi permasalahan-permasalahan lingkungan di wilayah sekitarnya.

Tidak hanya memproduksi semen berkualitas, namun Semen Tonasa juga ikut berperan dalam meningkatkan taraf ekonomi warga sekitar dengan pemberian pelatihan, pengobatan hingga modal usaha.

Siap bertumbuh bersama Semen Tonasa?














Nimas Achsani
Blogger, content writer dan penulis buku. Tertarik dengan dunia pernikahan, psikologi, pendidikan dan finansial. Menulis bukan sekadar merangkai kata, namun juga menciptakan kenangan dan menebar manfaat.

Related Posts

9 comments

  1. Gegara di daerah rumah juga deket sama pabrik semen suka gedek aja sama pencemarannya :') yang mungkin karena belum tersertifikasi SML ya, tapi keren juga ya semen tonasa udah seholistik itu mengelola dampak lingkungannya sampai ada pengelolaan pasca tambang juga. Terimakasih mba atas sharing nyaaa^^

    ReplyDelete
  2. Masya Allah lengkap.banget artikelnya. Aku jadi tahu jenis semen nih

    Wah bener2 nih pemilihan bahan ini penting apalagi jika lokasi rumahnya ntar di area yg rawan ada goncangan seperti dekat jalan raya

    ReplyDelete
  3. Wah baru tahu kalau setiap bangunan memiliki standarisasi bahan yang beda. Kirain semua semen sama saja sih.

    Baru tau juga kalau ada Semen Tonasa dengan kualitasnya yang Wow.

    Terima kasih informasinya

    ReplyDelete
  4. bahan baku yang berkualitas emang yang utama ya mba. banyak kejadian membahayakan terjadi karena kurangnya perhatian pada bahan baku ini. Semen Tonasa yang menawarkan kualitas oke ini bisa banget menjadi salah satu usaha agar bangunan kokoh dan kejadian fatal nggak terjadi lagi.

    ReplyDelete
  5. Ini bagus banget sih, perusahan yang sudah melek dengan peduli terhadap lingkungan

    ReplyDelete
  6. biasanya saya tau beres aja dari mas arsiteknya untuk urusan sampai soal semen. baca tulisan ini jadi manggut-manggut. ulasannya keren banget, super duper lengkap. jadi nambah ilmu banyak per semenan.

    ReplyDelete
  7. Semoga makin banyak perusahan-perusahan seperti Semen Tonasa yang peduli lingkungan dan berperan aktif meningkatkan perekonomian warga sekitarnya.

    ReplyDelete
  8. Jadi Geopark Bulu Sipong itu semacam CSR nya semen Tonasa ya kak?

    ReplyDelete
  9. Luar biasa Masya Allah lengkap banget tulisannya, saya jadi lebih tahu soal bangunan dan masalah serta produk yang bagus dipakai

    ReplyDelete

Post a Comment