Nimas

Dalam peluk

Sayang, tuntaskan tangismu. Selesaikan deraimu.

Engkau sangat layak untuk bebas. Terlepas dari segala bebanmu. Lepaskan segalanya.
Engkau tak layak berlama-lama dalam kubangan duka. Tinggalkan masalahmu. Lanjutkan perjalananmu.

Sayang, hapuslah linangan di matamu.
Biarkan aku memelukmu, mendekapmu dalam hangat. Aku tak akan meninggalkanmu seorang diri dalam tangis yang tak terselesaikan.

Aku tau, bahkan sangat tau makna di tiap butirannya.
Engkau tak perlu menjelaskan apapun padaku. Cukup engkau diam dan sambut pelukku dengan baik.

Sayang, engkau tidak sendirian di sini. Ada aku di sampingmu. Aku ada untuk menghapus linangan air matamu. Ada untuk memelukmu dalam lemah. Ada untuk menguatkan langkahmu. Sama halnya apa yang selama ini engkau lakukan padaku.

Kau dengarkan tiap keluhku. Kau duduk diam menungguku menuntaskan tangis. Kau memelukku ketika usai tangisku. Terimakasih sayang.

Sayang, menangislah dalam pelukku.

Nimas Achsani
Blogger, content writer dan penulis buku. Tertarik dengan dunia pernikahan, psikologi, pendidikan dan finansial. Menulis bukan sekadar merangkai kata, namun juga menciptakan kenangan dan menebar manfaat.

Related Posts

There is no other posts in this category.

Post a Comment