Nimas

Ulasan Novel : Please Look After Mom

review novel please look after mom

Please look after mom, merupakan salah satu novel alih bahasa dari Negara Ginseng -Korea Selatan-.Meski beberapa novel Korea Selatan menarik untuk dibaca, namun ternyata novel ini memiliki daya pikatnya yang berbeda.

Alasan pertama kenapa akhirnya saya memutuskan membaca novel Korea ini, adalah karena butuh referensi terkait buku-buku fiksi tentang motherhood. Seorang teman akhirnya menyarankan buku ini, dan beruntungnya tidak susah untuk mendapatkannya.

 

Blurb :

Sepasang suami-istri berangkat ke kota untuk mengunjungi anak-anak mereka yang telah dewasa. Sang suami bergegas naik ke gerbong kereta bawah tanah dan mengira istrinya mengikuti di belakangnya. Setelah melewati beberapa stasiun, barulah dia menyadari bahwa istrinya tak ada. Istrinya tertinggal di Stasiun Seoul.

Perempuan yang hilang itu tak kunjung ditemukan, dan keluarga yang kehilangan ibu/istri/ipar itu mesti mengatasi trauma akibat kejadian tersebut. Satu per satu mereka teringat hal-hal di masa lampau yang kini membuat mereka tersadar betapa pentingnya peran sang ibu bagi mereka; dan betapa sedikitnya mereka mengenal sosok sang ibu selama ini, perasaan-perasaannya, harapan-harapannya, dan mimpi-mimpinya.


Dari blurb novel berjudul Please Look After Mom ini, rasanya sedikit banyak menceritakan isi buku ini. Berkisah tentang seorang ibuyang hilang di Stasiun Seoul dan tak kunjung ditemukan. Hingga kemudian, menumbuhkan trauma pada keluarga besar yang ditinggalkannya. Tapi, apakah hanya sesederhana itu? Tentu saja tidak.

Kyung Sook Shin, penulis novel ini ternyata meramu setiap unsurnya dengan begitu halus, lembut, dan mengalir. Kyung Sook tidak serta merta menunjukkan klimaks novel ini, namun menggiring emosi pembaca terlebih dahulu. Membaca pembaca pada alur yang bergelombang dan tokoh yang berpindah begitu fleksibel.

Penulis bahkan mampu, bagaimana keadaan pinggiran Korea Selatan pada tahun 2007, seperti yang ada pada novel. Seolah kita diajak berjalan-jalan pada suasana yang sangat berbanding terbalik dengan penampakan Korea Selatang yang ada di drama-drama maupun K-Pop nya. Ada sisi lain yang Kyung Sook tunjukkan dengan begitu detail.

 
novel karya kyung sook shin

Sinopsis Novel Please Look After Mom

Park So Nyo (tokoh ibu) dalam novel ini, dikabarkan hilang di Stasiun Seoul. Park So Nyo, ketika itu tengah bepergian bersama suaminya, akan mengunjungi rumah anak pertamanya Hyong Chol. Untuk kali pertama, sepasang suami istri ini tidak dijemput oleh salah satu anaknya. Mereka bergandeng tangan menyusuri stasiun, namun sayangnya, sang suami baru menyadari jika istrinya tidak masuk ke kereta bersamanya.

Istrinya hilang, terlepas di Stasiun. Anak-anaknya berinisiatif untuk membuat selebaran pencarian orang hilang, dan menyebarkannya ke seluruh kota. Namun ibu mereka tak kunjung ditemukan, meski sesekali ada sedikit informasi yang diduga adalah mengenai ibu mereka.

Seiring berjalannya waktu, mereka mulai menyadari betapa tidak ada yang benar-benar mengenali ibunya. Hingga mereka berada pada rasa kehilangan yang teramat dalam. Anak kehilangan ibu, suami kehilangan istri, dan ipar yang kehilangan ipar. Perlahan kenangan-kenangan bersama ibu bermunculan, dan menambah rasa bersalah pada setiap orang.

Mereka terus mencari ibunya, untuk bertemu ibu dan meminta maaf padanya ...

Ketika tengah membaca novel ini, hingga akhirnya selesai. Ada hal-hal yang sangat relate dengan kehidupan saya sebagai seorang istri dan ibu. Apa saja?

 

Nilai Hidup Dari Novel Please Look After Mom -Ibu Tercinta-

Ibu Manusia Biasa

Dari Park So Nyo, kita akan melihat betapa ibu memang hanya manusia biasa. Punya rasa lelah, jenuh bahkan amarah yang juga bersemayam dalam dirinya. Namun, Park So Nyo memiliki cara yang tersendiri untuk meluapkan segala emosinya.

Pada novel ini, kita akan melihat bagaimana ibu mengatur emosinya sedemikian rupa. Tak pernah melupakannya pada keluarganya, bahkan suaminya yang tak banyak bicara itu. Ibu lebih memilih melempar piring atau tutup stoples, untuk pelampiasan.

Jika kita lihat saat ini, jasa pesan antar makanan merupakan inovasi yang juga bagus untuk mengatur emosi ibu. Kelelahan di dapur (setiap hari berkutat dengan masakan), tak jarang menjadi suatu yang menjemukan.

Ibu Juga Ingin Didengar

Di hari ketika Kyun meninggal, ibu begitu terpukul. Belum tuntas dengan duka citanya, kakak ipar menghujani dengan kata-kata penuh kebencian. Namun tak ada yang mau mendengar kesedihannya. Ibu dianggap sebagai sosok yang kuat dan tegar, hanya karena tak bicara (karena sangat terluka).

Terlebih ketika satu per satu anaknya mulai pergi ke kota untuk bekerja. Tak ada yang menemaninya berbincang di rumah atau ke ladang. Tak banyak yang bisa membuat ibu nyaman untuk bercerita, seperti anak dan suaminya.

Perjuangan Ibu Untuk Keluarga

Semua pasti akan setuju jika perjuangan ibu luar biasa. Begitu juga dengan Park So Nyo. Dia menyadari betul, jika keluarganya bukanlah keluarga kaya. Hingga dia melakukan banyak hal untuk memenuhi kebutuhan keluarga, seperti berjualan anak anjing, menanam aneka sayur di halaman rumah dan membuat bahan makanan yang bisa disimpan lama.

Belum lagi tentang perjuangannya untuk anak-anaknya. Dia tidak segan menyimpan mie instan untuk anak sulungnya.

Bahkan, dia tidak akan merasa lelah ketika harus memasak sepanci besar sup, sebab anaknya akan selalu menyantap habis makanan yang dibuatnya. Juga, sebuah cincin -satu-satunya barang berharga miliknya- dijual untuk kebutuhan sekolah anaknya.

Ibu Adalah Manusia Penuh Cinta

Diam-diam Park So Nyo membaca buku-buku karya Chi Hon. Bagaimana bisa, padahal dia seorang yang buta huruf? Ibu, tidak pernah mengganggu Chi Hin jika sedang bersembunyi dan membaca buku di gudang. Ibu suka apa yang dilakukannya. Bahkan ibu selalu khawatir jika anak gadisnya ini harus bepergian ke luar negeri menggunakan pesawat terbang.

Belum lagi, ketika tengah malam dia harus ke Seoul demi mengantarkan langsung ijazah anak sulungnya. Padahal, jarak dari kampung ke kota, tidaklah dekat dan harus menggunakan beberapa alat transportasi.

 
review novel please look after mom

Kenapa Harus Baca Novel “Ibu Tercinta”?

Sudut Pandang Penokohan Yang Menarik

Pada awal membaca novel ini, saya pun sempat dibuat “menebak”, siapa yang sedang berperan. Namun, ketika mulai membaca beberapa puluh lembar akhirnya memahami bagaimana Kyung Sook Shin menggarapnya.

Pada novel ini, dia menggabungkan beberapa tokoh sebagai narator. Hyeong Chol, Chi Hon, suami, adik Chi Hon, kakak iparnya bahkan dia (Park So Nyo) ikut bergabung menyemarakkan sudut pandang novel ini. Pada setiap babnya, memiliki percampuran kenangan yang begitu apik. Semua mengalir, maju mundur yang menjadi candu.

Tema

Mengangkat tema keluarga, menjadikan novel ini sangat layak dibaca oleh berbagai kalangan. Sebab, tokoh ibu dalam novel Please Look After Mom ini berdiri dengan karakter nyata seorang ibu, bukan rekaan penulis semata.

Termasuk juga konflik-konflik yang mempercantik novel ini. Memang sebuah keadaan yang sangat dekat dan bahkan terjadi pada kehidupan kita. Rasa saling membutuhkan, mencintai dan menyayangi begitu terbangun dengan indah. Semua ini diceritakan dalam sudut pandang yang berbeda, dan semakin membuat kita terjebak dalam kehidupan keluarga Park So Nyo ini.

Pesan Moral

Rasanya, pesan-pesan yang ingin disampaikan oleh Kyung Sook Shin dalam Please Look After Mom in, mulai terasa di beberapa bab awal.

Mulai dari menghargai kerja keras seorang ibu, baik dari caranya merawat anggota keluarga (anak dan suami) sangat layak untuk diapresiasi. Juga bahwa ada massa, di mana ibu bisa begitu sangat terpukul. Kesedihannya pun layak mendapatkan tempat yang semestinya. Mendengarkan omongannya, meski terkesan diulang-ulang dan tanpa makna yang pasti, sejatinya itu adalah ungkapan tulkus darinya.

Keberadaan ibu memang seringkali dianggap menjadi “hal biasa dan lumrah” dalam sebuah rumah. Namun, ketika dia tidak ada, mulailah pincang-pincang itu mulai terasa. Tak ada lagi kehangatan seperti dulu, tak ada rumah yang tertata rapi, masakan yang memenuhi meja, bahan makanan yang tersimpan rapi atau bahkan hewan peliharaan yang terjaga perutnya.

Sampai pada akhirnya kita sadar, bahwa memiliki seorang ibu adalah memiliki sebagian besar kehidupan di dunia. Ini juga seolah dirasakan Chi Hon pada bab terakhir, di mana dia berada di ujung pencarian ibunya.

tokoh please look after mom



Jika ditanya tentang isi novel ini, maka menurut saya tidak ada ungkapan lain, selain emosional. Kisahnya mengalir dengan begitu indah. Bahkan Kyung Sook tak segan menggunakan diksi-diksi yang sangat cantik dan mengaduk-aduk hati.

Novel ini -Please Look After Mom- merupakan novel yang begitu kaya akan diksi, Kyung Sook Shin memiliki gaya bercerita yang otentik dan sangat memukau. Dan tentu saja, emosi yang coba dia sampaikan, nyatanya berhasil mengenai pembaca, bahkan saya sendiri sampai habis membaca buku ini, rasanya mata penuh dengan genangan. Berkaca-kaca sepanjang cerita.

Tidak hanya itu, rasa penyesalan yang dihadapi keempat anak Park So Nyo, suami dan kakak iparnya juga tersampaikan dengan baik. Mereka benar-benar kehilangan seseorang yang ternyata peduli berpengaruh dalam hidup mereka.

Membaca novel Please Look After Mom ini selama dua hari, begadang sampai dini hari, sama sekali tidak membuat saya menyesal. Justru membuat saya semakin menyadari, betapa ibu adalah manusia penting dalam kehidupan kita, terlepas dari apapun posisi kita dalam keluarganya.

-Apakah ibu tahu? Bahwa aku juga membutuhkannya sepanjang hidupku?- (Halaman 264)





Nimas Achsani
Blogger, content writer dan penulis buku. Tertarik dengan dunia pernikahan, psikologi, pendidikan dan finansial. Menulis bukan sekadar merangaki kata, namun juga menciptakan kenangan dan menebar manfaat.

Related Posts

7 comments

  1. Mbak Nimas luar biasa bacaannya... Sepertinya menarik alur cerita novel-nya. Tema ibu memang tak akan lekang, pasti akan selalu menarik diperbincangkan ya

    ReplyDelete
  2. Nggak cuma drakor, novel korea juga mulai populer ya mba. Dari ulasan Mba Nimas aku ngerasain emosinya waktu baca novel ini. Menarik banget kayaknya tapi alih bahasanya nggak aneh kan ya mba? Aku jarang suka novel terjemahan gitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. nggak aneh kok, cuma ya ada semi formal gitu bahasanya tapi nggak mengubah isi cerita kok

      Delete
  3. Sering banget nii novel wara-wiri di Gradig, heehhe, kukira cerita2 yang berat2 gitu, ternyata penuh sarat makna yaa..
    selesai baca reviewnya mba Nimas auto masukin ke tambahan next bacaan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baca mba pida, duh kesel deh sama suaminya. Gak pernah dengerin keluhan istrinya. Baru sadar setelah istrinya pergi. Semua orang baru menyadari kebaikan dan keinginan ibunya yang banyak tidak tercapai.

      Demi keluarga seorang ibu merelakan impian-impiannya.

      Delete
  4. Kayaknya Bunda mah bakal nangis ini. Gawat deh kalau soal ibu.

    ReplyDelete

Post a Comment

Follow by Email