Nimas

Personal Branding Untuk Blogger

26 komentar


bangun personal branding


Personal branding untuk blogger memang sebuah bahasan yang "seksi" ya. Karena mau bagaimanapun, setiap blogger perlu membangun brandingnya dengan baik. Apakah ini mudah? Saya tidak bisa mengatakannya mudah, karena bisa kita lihat, jika proses ini juga membutuhkan waktu yang lama.

Adakah yang tahu film Kambing Jantan? Betul. Film ini diadopsi dari novel komedi karya Raditya Dika. Siapa sangka, jika kesuksesan Radit ini bermula dari kebiasannya ngeblog? Yes. Kambing jantang mulanya adalah tulisan pribadi dalam blog pribadinya. Ternyata, banyak pembaca yang menyukai gaya tulisannya. Jadilah Kambing Jantan sebuah judul novel komedi, yang sampai saat ini masih dipasarkan di toko-toko buku.

Apakah Radit membangun karirnya dengan mudah? Pasalnya, Radit memulai karirnya, khususnya sebagai penulis, pada 2005. Apakah pada tahun itu, kita sudah mengenalnya? Saya pribadi belum.

Dari proses karirnya Radit, kita pribadi bisa mengambil banyak nilai positif, terlebih untuk blogger. Mengingat, saat ini banyak blogger bermunculan dan tentu saja beberapa diantaranya sangat dikenal. Apalagi, jika bukan karena branding mereka sangat kuat, bukan?

Blogger dan personal branding, adalah dua yang terpisahkan. Setiap blogger perlu membangun brandingnya dengan baik, ingin dikenal sebagai apa dan siapa adalah modal besar bagi blogger. Jadilah blogger yang mudah dikenali karena keaslian kita, karena itu bisa menjadi nilai jual kita diantara blogger yang lain

Mari kita simak, beberapa poin yang bisa kita lakukan untuk memulai personal branding kita, sebagai blogger.

pentingnya personal branding

Bagaimana Membangun Personal Branding Untuk Blogger

Bangun blog

Jika sebuah merk produk dagang dikenali karena tampilan barangnya, maka sama halnya dengan blogger. Pertanyaannya, apa yang menjadi "barang jualan" blogger ini? Tentu saja blog.

Sejauh mana kita sudah membangun blog kita? Apakah kita masih setia bertahan dengan tampilan yang "kuno"?

Seorang blogger perlu mempertimbangkan, kapan dia akan memperbaiki blognya. Apakah harus mengeluarkan biaya besar, agar memiliki blog yang menarik? Tidak.

Banyak blogger profesional yang menggunakan top domain murah dan bahkan ada sukses dengan domain gratisnya. Mengapa? Karena mereka membangun blog tersebut tidak dalam waktu sebentar dan tidak dengan asal-asalan.

Beberapa waktu yang lalu, seorang calon klien, pernah meminta alamat blog saya. Tanpa basa-basi, beliau mengatakan akan mengecek blog saya sebelum akhirnya menyepakati kerja sama. Tentu saja setiap klien punya ketentuan tersendiri, tapi tidak ada ruginya jika kita mulai memperbaiki blog. Untuk meningkatkan nilai jual dan menunjukkan keprofesionalan kita sebagai blogger tentunya.

Konten berkualitas

Masih berhubungan dengan membangun blog. Membuat konten yang berkualitas dengan sumber yang kredibel, tentu menjadi kunci selanjutnya.

Sebab seorang blogger juga mempunyai beban moral, yakni tanggung jawab pada konten yang dibuatnya. Karena tidak seharusnya blogger mengambil informasi, yang kebenarannya tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Seiring jam terbang yang semakin tinggi, maka kemampuan kita dalam menyajikan konten juga akan semakin meningkat. Memperbanyak referensi dengan membaca buku dan beragam literatur, juga bisa menjadi solusi untuk menambah wawasan.

Menjadi blogger, juga harus siap belajar dan menerima perkembangan informasi.

personal branding di media sosial

Publikasi

Publikasi serupa dengan iklan. Sajikan dengan kalimat-kalimat persuasif agar pembaca tertarik untuk membaca artikel di blog kita.

Manfaatkan media sosial dengan baik. Sekarang ini, media sosial menjadi salah satu alat komunikasi yang dampaknya sangat luar biasa. Semua bisa kita bagikan, termasuk mengenalkan blog kita dan menunjukkan konten-konten kita.

Publikasikan secara kontinyu. Ibaratnya, jangan biarkan pembaca atau calon-calon klien kita ini lupa jika kita ada di media sosial. Aktiflah memublikasikan setiap karya kita.

Be Your Self

Apakah kamu seorang travel blogger? Kuliner blogger? Fashion blogger? Atau lifestyle blogger? Apa pun itu, jadilah dirimu sendiri.

Buatlah konten dengan menunjukkan keaslian kita. Karena dengan demikian, kita akan dikenal dengan ciri khas kita tersendiri.

Tidak ada salahnya mendalami satu bidang dengan serius. Jika kita adalah travel blogger, cobalah belajar bagaimana menulis artikel perjalanan yang menarik. Jika kita adalah lifestyle blogger, maka terbukalah pada hal-hal baru yang terus berkembang. Eh jangan salah, lifestyle blogger juga bisa punya branding yang kuat kok.

Relasi

Ketika membangun personal branding, salah satu yang kita jual adalah kepercayaan. Bagaimana membangun kepercayaan klien pada kita, bisa kita lakukan dengan memanfaatkan relasi yang kita kenal.

Minta bantuan mereka, untuk ikut memublikasikan konten dan blog kita. Karena kita dan mereka, sudah pasti punya circle kenalan yang berbeda. Dengan begitu, akan semakin banyak yang melihat iklan jualan kita dan dari beragam latar belakang sosial.

Nah, poin-poin di atas adalah beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk membangun sekaligus menguatkan branding kita. Jika teman-teman bertanya, apakah branding itu? Analoginya adalah apa yang teman-teman ingat ketika mendengar “ini malika, kedelai hitam yang saya rawat seperti anak sendiri”, atau ketika mendengar “lambe turah”. Keduanya sudah punya branding yang terbilang sangat kuat. Meskipun keduanya berada pada sektor industri yang berbeda, tapi mudah bagi sebagian besar masyarakat untuk mengenalinya, bukan? Itulah branding.

 

kartu nama blogger


Demikian halnya dengan saya. Ingin dikenal sebagai blogger, penulis buku dan juga content writer. Terlalu muluk-muluk kah? Rasanya tidak. Maka dari itu, perlahan saya mulai menerapkan poin-poin di atas tadi (yang juga saya dapatkan dari kelas-kelas daring). Karena saya sadar, membangun branding diri ini tidak mudah dan tidak sebentar.

Salah satu tema tulisan yang saya tonjolkan di blog adalah tentang parenting. Karenanya saya juga memperbanyak tulisan-tulisan di media sosial yang berkaitan dengan hal tersebut. Termasuk juga mengenai psikologi, pernikahan, pendidikan dan juga finansial. Semua bisa kita munculkan bergantian, tinggal bagaimana kita mengatur komposisinya saja.

Untuk lifestyle blogger, memang bagi sebagian orang dirasa susah untuk membangun branding, tentu saja karena bahasan dalam blognya luas (tidak fokus pada satu niche tertentu). Ada yang kenal Mbak Shintaries? Untuk yang gabung di komunitas Blogger Perempuan, tentunya sudah tidak asing dengan beliau. Jika kita lihat blognya, konten beliau tidak fokus hanya satu niche saja, namun siapa sangka jika sekali pasang iklan kerja sama Mbak Shintaries ini bisa mendapatkan kompensasi sebesar 12 juta?

Lain halnya dengan Mas Bobby Ertanto. Beliau adalah seorang travel blogger. Maka blognya www.virustravelling.com berisi hal-hal terkait persiapan bepergian atau ulasan dari tempat-tempat yang dikunjunginya. Baik Mbak Shintaries maupun maupun Mas Bobby, keduanya memiliki branding sendiri dalam dunia blogging. Tugas kita? Menjadi diri sendiri dan mengambil banyak pelajaran dari mereka.

Ada satu hal yang juga menjadi perhatian saya, yakni penerapan SEO (Search Engine Optimization).. Yap, selain konten yang memang berkualitas, penerapan SEO ini juga penting ya untuk membangun branding kita. Sebab ketika blog kita muncul pada halaman pertama mesin pencarian, maka orang akan dengan akan mudah membaca artikel-artikel kita dan tak jarang mengunju media sosial kita.

Saya sendiri sebagai blogger pemula, banyak mengambil ilmu dari para senior. Branding bagi seorang blogger itu penting, sebab kita juga tengah berada pada sebuah industri marketing digital.

Personal branding untuk blogger adalah sebuah keharusan. Karena tanpanya kita tidak punya ciri khas dna tidak dikenal. Jangan lupa, yang kita jual adalah kualitas konten dan menjaga kepercayaan klien. Selamat dan semangat membangun branding diri. Hei, you are not alone! So lets holding hands!

 



Nimas Achsani
Blogger, content writer dan penulis buku. Tertarik dengan dunia pernikahan, psikologi, pendidikan dan finansial. Menulis bukan sekadar merangaki kata, namun juga menciptakan kenangan dan menebar manfaat.

Related Posts

26 komentar

  1. Mantaaap sekaliii.... Sukses selalu ya kakak dengan brandingnya sekarang 🤗

    BalasHapus
  2. Ibu muda yang masih punya jalan panjang menuju sukses, tapi sudah mengawalinya dengan baik. Sukses ya.

    BalasHapus
  3. Nama Radit muncul untuk kesekian kalinya hehe

    Aku setuju mba, membangun branding kadang nggak mudah dan sebentar.

    BalasHapus
  4. Setuju mba, hal penting untuk membangun personal branding adalah be your self. Jadi apapun yang kita tulis dan lakukan adalah karena memang kita senang & passionate di bidang itu.

    BalasHapus
  5. ayooook pegangan tangan, aku juga masih harus terus berhitung soal komposisi tulisan-tulisan di blogku 😁

    BalasHapus
  6. yups jadi diri senidiri,,,
    PR banget buatku

    BalasHapus
  7. Sepakat manjadi diri sendiri. Blogku maaih agak gado2 gitu. Tapi makin ke sini makin mantep mau dibawa kemana. Penting banget ya branding itu...

    BalasHapus
  8. Semangatt kakakk, sekarang malah mau ubah branding jadi entreprenuer wekekek. Ngeblognya udah mulai pindah ke shintaries.id. Mampir mampir yaaa ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap kakak. Aku semalem masih baca di shintaries.com padahal hehehe. Terima kasih sudah mampir ke sini kakak, sukses buat branding barunyaa

      Hapus
  9. Aku suka tercubit cubit hatinya kalau bahas konten blog yang berkualitas. Blogku masih kerupuk kerupuk aja nih.

    BalasHapus
  10. Personal branding is power! Semoga bisa konsisten ya, Kak Nimas. Senang sekali baca tulisan-tulisanmu :D

    BalasHapus
  11. Tips tipsnya keten euy.
    Cakep banget nih infonya. Dan sangat bermanfaat. Thank for sharing ya

    BalasHapus
  12. Selalu ada yg bisa ku ambil dari tulisan kak nimas ni, mudah-mudahan ketularan skillnya hehe

    BalasHapus
  13. Matsah, selalu beda. Keren keren. Barakallah mbaks

    BalasHapus
  14. Mantaps, masya Allah. blogku pun masih gado-gado hihi. sukses selalu buat mbak nimas.

    BalasHapus
  15. Mantap sekali pembahasannya. Btw, link ke virustravelling.com nya ada kesalahan tulis sepertinya, Kak. Saya search ternyata l nya cukup satu. www.virustraveling.com

    BalasHapus
  16. Sepakat. Personal branding sangat perlu dibangun, lantas dijaga konsistensinya.
    Lets keeo blogging ^^

    BalasHapus
  17. Jadi bertanya-tanya pada diri sendiri sudah okekah personal brandingku as a blogger..

    Mbak Shintaries nih blogger idola dari zaman awal ngeblog. Konsistensinya keren banget. Sekarang sudah nggak hanya jadi blogger, tapi juga entrepreneur... Mantaaap. Semoga kita bisa mengikuti jalannya yaa..aamiin.

    BalasHapus
  18. Wah, iya mb noted banget nih tipsnya..mmg benar kita hrs bangun branding kita sdr dan mjd diri kita sdr..setiap blog memiliki penikmat sdr2..mksh sharing nya mb

    BalasHapus
  19. Wah iya nih, karena jumlah blogger yang semakin banyak, kita musti punya branding yang kuat supaya mudah dikenali. Mb Shintaries juga salah satu blogger pantutanku, sedikit banyak aku mencontoh apa yang dilakukan dia untuk memnetuk personal brandingku

    BalasHapus
  20. Alhamdhulilah ga lama setelah ngeblog bisa langsung menemukan niche dan membranding diri sesuai niche. Sampe skr ya kalo ada yg denger nama momtraveler pasti langsung ingatnya emak2 piknik sama bocah hahaha...

    BalasHapus
  21. Pengin juga punya branding sendiri gitu ya. Tapi apa daya belum nyampe, ngeblognya masih ngalir aja. Sambil jalan harus mulai mikir ya mau dibawa kemana ini brandingnya.

    BalasHapus
  22. Aku masih meraba2 nih, mau dibawa ke mana blogku. PR banget. Dan semoga setelah baca ini bisa makin nambah semangatku buat lebih fokus sama blog. Thank you, Mbak

    BalasHapus
  23. Membangun personal branding susah ya mba, kudu konsisten dan be your self. Semangat dan sukses mba nimas

    BalasHapus
  24. Personal brandingku masih ga stabil. Masih serabutan dlm membranding diri. Semoga makin mantap setelah baca artikel keren ini.

    BalasHapus
  25. Personal branding mwmbuat blog kita jd mudah diingat orng. Aku juga ngamatin orang2 yg bener2 membangun personal brandingnya, kaya blog bibi titi teliti alias teh erry, pasti orang langsung inget drakor, hebat mereka. Membangun personal branding ga mudah dibutuhkan konsistensi dan tentunya kompetensi di branding yg kita pilih.

    BalasHapus

Posting Komentar

Follow by Email