Nimas

Hilang asa dalam langkah

Engkau yang berjalan seorang diri
Menyusur tepian jalan terbatas oleh pandang
Matamu nanar dalam lelah langkah tak menapak
Langkahmu tak pasti
Mulutmu tak henti rapalkan doa-doa terbaik kepada penciptamu

Aku tau
Engkau telah kehilangan sebagian dari hidupmu
Melayang. Terbang dan tak kembali
Aku paham
Engkau terpukul. Jatuh terduduk dalam sesal tak bertepi

Aku ada di belakangmu
Aku ada dalam setiap langkahmu
Engkau berhenti aku tetap berjalan perlahan
Engkau berjalan akupun berjalan, mencoba samakan langkah

Aku tau
Bagaimana engkau mencoba bangkit seorang diri
Menahan pahit yang tak terobati
Bagaimana engkau mencoba menyeka linangan itu

Aku ingin memelukmu, mendekapmu dalam hangat kasih
Aku ingin mengusap dahimu, menyeka peluh yang tak terbendung

Bukan aku tak tau kerasnya engkau berjuang
Bukan aku tak tau payahnya engkau terjatuh
Namun aku tak ingin engkau lemah

Aku ingin engkau tetap kuat, tegar
Aku ingin engkau mampu bangkit meski tak seorangpun ulurkan tangannya
Aku ingin engkau tetap tangguh meski tak ada satupun yang menguatkanmu

Engkaulah kendali atas dirimu, bukan aku
Engkaulah kendali atas dirimu, bukan yang lain

Nimas Achsani
Blogger, content writer dan penulis buku. Tertarik dengan dunia pernikahan, psikologi, pendidikan dan finansial. Menulis bukan sekadar merangaki kata, namun juga menciptakan kenangan dan menebar manfaat.

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar

Follow by Email