Kamukah yang datang terlambat?

Mungkin kamu yang datang terlambat atau mungkin aku yang melangkah terlalu cepat
Ini hanya masalah waktu, selalu ada misteri diantata tiap putarannya

Ketika kutuliskan ini, percayalah
Akupun berderai tangis, suaraku tercekat oleh pilu yang menyayat

Sudah kucoba menahan, namun derainya tak tertahan
Aku tidak menangisi pilihanku, aku menangisi keadaan ini

Kutuliskan ini agar engkaupun tau
Bahwa disini, aku pernah dengan setia menunggumu
Bahwa disini, aku pernah mengharapkanmu dan diam2 menaruh hati padamu

Aku tak pernah tau bagaimana perasaanmu
Yang aku tau, perasaanku kini menjadi kepingan duka yang tak terbantah

Aku harus melepasmu
Bukan karena aku tak lagi mengharapkanmu
Tapi karena dia telah datang dengan berani, memintaku kepada orangtuaku

Yang jika kamu tau, aku pernah berharap kamulah yang melakukan itu, bukan orang lain

Biarlah kusimpan luka ini sebagaimana aku menyimpan namamu
Cukuplah aku yang tersakiti sebagaimana aku diam mengagumimu

Ini bukan hal yang mudah bagiku, aku harus melawan diriku sendiri
Melawan segala emosi yang timbul ketika aku memutuskan mundur

Aku bisa apa?
Haruskah aku menunggumu lagi? Mengulang waktu dalam sendiri sedang aku tak pernah tau hatimu

Dan engkaupun tak pernah mengatakannya

Jika saja, hari itu datang lebih cepat...
Mungkin tak ada tangis sepilu malam ini

Posting Komentar

0 Komentar