Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kafein Dan Anak

Untuk sebagian orang tua, memberikan makanan atau minuman yang biasa mereka konsumsi kepada anak-anak adalah satu hal yang sangat wajar. Dengan alasan "hanya sedikit", kemudian orang tua membiarkan anaknya mengonsumsinya setiap hari. namun beberapa dari mereka tidak sadar, jika ada beberapa kandungan  yang kurang bersahabat dengan si kecil bila dikonsumsi secara berlebih dalam waktu tertentu, salah satunya adalah kafein.

Kafein tidak hanya terkandung dalam kopi, namun juga pada teh, minuman bersoda atau minuman berenergi bahkan coklat. Kafein juga mengandung zat psikoaktif yang bila masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi sistem saraf pusat. Salah satunya anak menjadi hiperaktif. Efek sampin lainnya ketika anak mengonsumsi kafein berlebih adalah terjadinya obesitas, kekurangan kalsium yang mana anak sangat membutuhkan untuk pertumbuhannya, karies gigi, dehidrasi, kecanduan, masalah jantung dan tidak nafsu makan.

Kemudian, pada tahun 2010 The Journal of Pediatrics mengatakan bahwa anak usia 5-7 tahun yang mengonsumsi kafein, rata-rata hanya tidur selama 8,46 jam/hari. Padahal seusia mereka sebaiknya tidur dengan rata-rata waktu selama 9,46 jam/hari. Untuk anak-anak yang memilik jam tidur kurang, ternyata memiliki daya konsentrasi yang rendah, lebih aktif, agresif dan temperamental. Lalu bagaimana jika yang mengonsumsi kafein tersebut adalah balita? Beberapa kegiatan observasi dilakukan  pada anak usia 4 tahun ke atas. Secara tidak langsung menunjukkan, bahwa anak denga usis di bawah angka tersebut sebaiknya tidak diajarkan untuk mengonsumsi kafein setiap harinya.

Seorang asisten pediatri, Dr. Nicole Caldwell dari Nationwide Children Hospital, Columbus, Ohio, mengatakan bahwa pemerintah Kanada memiliki pedoman dalam konsumsi kafein oleh anak 4-6 tahun yaitu sekitar 45 miligram/hari. Otak anak-anak cenderung lebih aktif terhadap kafein daripada orang dewasa. Itulah kenapa kafein juga bisa membuat anak cemas, grogi bahkan mengalami masalah dalam perut.

Sebaiknya orang tua lebih memahami kebutuhan asupan nutrisi si kecil. Sesuatu yang nampak sepele tidak jarang menimbulkan dampak yang luar biasa besar di kemudian hari, termasuk memberikan kafein pada anak di usia dini. Para ahli telah memberikan hasil risetnya, dengan harapan setiap orang tua mampu mengawasi apa saja yang masuk ke dalam tubuh si kecil.

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6



Hasil gambar untuk frappuccino


Nimas Achsani
Nimas Achsani Parenting, pernikahan, finansial dan gaya hidup

Post a Comment for "Kafein Dan Anak"