REVIEW BUKU: MENZALIMI ANAK TANPA SADAR



Judul : Menzalimi Anak Tanpa Sadar
Pengarang : Nurul Chomariah, S.Psi
Penerbit : AQWAM
Cetakan : IV, September 2012
Tebal : 167 halaman
ISBN : 978-979-039-077-5



Mengapa kita menjadi orang tua? Apakah karena pilihan dengan berbagai pilihan dengan berbagai persiapan matang untuk mendidik anak sebaik-baiknya, atau “sekadar” konsekuensi logis dari siklus nikah dan beranak saja?
Banyak training dan bimbingan mencari jodoh atau pra-nikah. Namun, jarang sekali bimbingan untuk menjadi orang tua yang baik; bagaimana menghadapi dan menyikapi kehamilan, merawat dan mendidik anak dalam sekian umur dan tahapan serta begitu banyak sisik-melik lainnya seputar tanggungjawab orang tua kepada anak. Tak seperti gelar akademik, status sebagai “orang tua” otomatis didapat setelah mempuanyai anak, bukan prestasi yang diraih setelah melewati ujian tertentu.

***

Menikah bukan hanya tentang menyalurkan kebutuhan biologis semata. Namun lebih dari itu, ada sebuah tugas mulia yang harus diemban oleh setiap pasangan ketika kelak menjadi orang tua, yaitu mendidik anaknya, buah cinta dari pernikahan mereka. Mendidik, membentuk juga menyiapkan generasi yang matang di kemudian hari bukanlah suatu yang instan. Proses pendidikan si anak harus disipakan dan dipikirkan dengan baik. Pola pendidikan yang diterapkan oleh mayoritas orang tua adalah ‘coba-coba’, karena tak cukupnya bekal dan kesiapan untuk menjadi orang tua.

Peran mencetak generasi tidak bisa disamakan dengan peran pengadaan barang atau jasa.

Sebuah buku kecil yang berisi banyak nasihat dan sentilan-sentilan untuk para orang tua, diramu dengan apik oleh penulis dalam setiap lembarnya. Kesalahan dalam mendidik anak bukan hanya tentang keliru mengajarkan sopan santun, namun juga tentang pengetahuan agama atau mengambil paksa hak-haknya sebagai anak. Nurul Chomaria, dalam bukunya sedikit banyak telah menunjukkan beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam mendidik anak.

Hadir dalam 12 Bab dengan berbagai kesalahan orang tua yang sangat sering dilakukan pada anaknya bahkan sejak anak belum lahir. Buku ini membahas banyak hal seperti pentingnya ilmu agama yang harus dimiliki setiap orang tua,  bagaimana menayayangi dan menafkahi anak, memberikan pendidikan dan lingkungan yang baik untuk anak, dan perampasan hak-hak anak.

Lembaga pendidikan kini telah memilki kurikulum tersendiri untuk mendidikan anak, baik secara emosi maupun akademik. Namun ternayata, di luar sana ada beberapa orang tua yang kemudian menyerahkan tugas mendidik sepenuhnya kepada mereka. Akhirnya, anak-anak mereka tumbuh dengan keadaan yang tidak seimbang antara jasmani dan rohaninya. Karena sedikitnya pengawasan dan kesadaran orang tua, banyak dari anak-anak tersebut yang kemudian terjebak dalam ‘lembah hitam’. Mendidik anak, memang sebaiknya di mulai dari rumah. Bahkan termasuk memilih pasangan adalah satu cara menciptakan generasi yang ‘terdidik’.

Buku ini tidak menghakimi orang tua yang telah lalai dengan amanah besarnya, namun juga memberikan solusi bagaimana sebainya orang tua bersikap kepada anak-anaknya.  Misalnya pada Bab Pertama yang membahas mengenai pentingnya orang tua memiliki dan memahami ilmu agama. Pada bab ini, bukan sekedar menunjukkan kesalahan-kesalahan praktis orang tua, namun juga memberikan nasihat sekaligus pengingat bahkan untuk mereka yang sedang menyiapkan diri menjadi orang tua.

Membaca buku ini seolah berdiskusi dengan penulisnya secara langsung. Kalimat-kalimat yang disusun dengan komunikatif serta data-data yang obyektif, mampu menghadirkan ruang tersendiri ketika membaca tiap bahasannya. Buku ini menjadi sesuatu yang wajib dimiliki dan dibaca oleh banyak orang tua di luar sana, atau siapapun yang tertarik dan peduli dengan dunia parenting.



#ODOPbatch6 #nonfiksi

Posting Komentar

0 Komentar