TIPS WARAS SELAMA PERNIKAHAN


Sudah bukan rahasia lagi, jika hubungan antara suadara kandung pun kadang ada gesekan-gesekan (kasar ataupun halus). Padahal, mereka tumbuh dan berkembang di rumah dan rahim yang sama, bahkan dialiri dari sumber darah yang sama. Namun begitulah manusia dengan emosi yang Allah anugerahkan. Hal ini lah yang kemudian sangat saya perhatikan ketika keinginan untuk menikah sudah timbul. Terlebih saya adalah personal yang tertutup, maka hal-hal seperti ini di pernikahan sudah saya pelajari beberapa tahun sebelum menikah (that’s true).

Kebetulan saya menikah dengan keadaan tidak terlalu mengenal suami, ya begitulah, kami menikah dengan waktu persiapan hanya 2 bulan. Tapi, nasihat-nasihat pernikahan sudah masuk ke memori sejak saya masih kuliah. Dan ternyata, semua itu langsung terpakai sejak perkenalan sampai saat ini. Bagi saya pribadi, nasihat-nasihat yang terdengar kuno itu, nyatanya mampu membuat kita ‘waras’ dalam pernikahan. Ada beberapa poin nasihat yang sangat saya perhatikan dan selalu bekerja dengan baik.

1. Jangan terbiasa berasumsi
black-jiracheep-554121-unsplash
Ketika sudah menikah, biasanya timbul rasa paling mengerti sifat dan sikap pasangan. Ini wajar, karena setiap hari dalam seminggu dialah yang ada dari tidur sampai tidur lagi (walaupun nggak setiap saat duduk sebelahan). Tapi ternyata, hal ini tidak selamanya baik. Karena ada kalanya, kita harus terbuka dengan pasangan, itulah mengapa seni berkomunikasi dalam pernikahan itu wajib dipelajari.

2. Terbukan perihal financial
rawpixel-579263-unsplash
Tidak kalah penting, mengingat bahwa financial merupakan suatu yang sensitif. Bagi saya dan suami, duduk bersama menghitung seluruh pemasukan dan pengeluaran setiap bulannya itu wajib. Karena dengan begitu, kita bisa saling mengingatkan kalau ada ‘sesuatu’ yang melenceng dari GBHP (Gerakan Belanja Haluan Pernikahan). Manfaat yang sangat kita rasakan adalah, kami mampu menyediakan budget untuk beberapa pos, seperti belanja wajib, kirim ortu dan tentunya liburan.

3. Jika ada masalah, tahan jangan sampai keluar
daniel-von-appen-262818-unsplash
Untuk yang ini, bahkan dalam ajaran agamapun sudah diterangkan. Itulah kenapa pentingnya ilmu sebelum menikah. Kadang, banyak yang lebih milih curhat ke orangtua yang berujung pada intervensi, temen nongkrong bahkan temen lawan jenis yang akan menimbulkan ‘masalah baru’. Belajar dan biasakan menahan mulut kita ya.

4. Respect itu wajib
blur-bunnies-colorful-69816
Menghormati pasangan itu wajib, dalam agama juga sudah ada penjelasannya. Salah satunya adalah dengan saling menghormati kedudukan pasangan dalam rumah tangga. Hal ini bukan saja a bernilai kebaikan, namun juga menyehatkan rohani. Karena kita akan melakukan apapun tanpa terpaksa, karena menyadari bagaimana porsi masing-masing dalam pernikahan.

5. Diskusi pakai cinta
balloon-898682_1920
Saya meyakini satu hal, bahwa apapun yang disampaikan dengan hati akan diterima oleh hati. Baik saya maupun suami, lebih memilih menunggu waktu yang tepat untuk membicarakan sesuatu. Percayalah, kalau kita ngobrol, diskusi atapu apapun itu dalam keadaan yang penuh kasih dan sayang, tak pernah ada keputusan yang disesali suatu saat nanti.


Nah, begitulah beberapa nasihat yang sampai saat ini saya prakktikkan. Setiap momen yang terjadi dalam pernikahan itu mengagumkan, bagaimana tidak, karena kita selalu mendapat pelajaran setelahnya kan? Jadilah pribadi yang berpikiran terbuka dan berhati lapang untuk mewujudkan pernikahan impian kita. Setiap pernikahan punya jalan cerita, namun menghadapinya dengan ‘waras’ bukanlah pilihan namun kewajiban.

#ODOPbatch6 #Nonfiksi



















Posting Komentar

0 Komentar