Laporkan Penyalahgunaan

Pengikut


About

Hidup bukan tentang seberapa panjang usia kita, namun seberapa bermanfaatnya hidup kita di dunia. Karena perjalanan setelah kehidupan dunia, jauh lebih panjang dan abadi.

SURAT DARI MANUSIA UNTUK BUMI



Oleh : Nimas Achsani

Bumi. Apa yang terlintas dalam benak kalian, ketika mendengar kata bumi? Adakah dia sebuah sususan material yang menyebabkan terjadinya kehidupan di atasnya, atau sebuah bagian tata surya yang sering didebatkan apakah dia bulat atau datar?

Ini, adalah surat dari kami (manusia) untukmu, bumi.

Ribuan tahun kami hidup di tanahmu, mengambil air serta makanan yang tumbuh di dataranmu. Terima kasih atas kesediaanmu memenuhi kebutuhan kami, namun ternyata, sebab kebaikanmu itu pula kami menjadi rakus, tamak akan nikmat yang tersembunyi di balik tanah subur bahkan tanah tandusmu.

Karena ketamakan itu; kami rela dan tega memutuskan hubungan persaudaraan, saling mengkhianati bahkan mengabaikan, juga dengan berani menghabisi jiwa saudara kami. Maafkan kami, engkau pun tahu bahwa kami adalah tempat segala salah dan lupa.

Di atasmu; kami menganggap wajar sebuah pertumpahan darah, jerit tangis anak yang kepalaran, nestapa para ibu kehilangan anak, juga kebingungan para ayah yang kehilangan pekerjaan bahkan rumahnya. Sekali lagi maafkan seluruh ketamakan kami.

Di atasmu, segala doa dan harapan terucap dengan tulus dari mereka yang terluka jiwa dan raganya. Darah bahkan nanah terserap dengan sempurna ke dalammu. Kaki-kaki yang kuat itu, tak segan berdiri diatasmu tanpa alas kaki, hanya demi mengiba untuk sesuap nasi.

Aku menangis melihat betapa tegarnya dirimu. Segala pesakitan kau saksikan dengan jelas, aku pun yakin engkau merekam segala peristiwa itu dengan apik.
Maafkan kami. Maafkan kami. Maafkan kami yang kadang mengesampingkan sisi manusia dan kemanusian kami.

Baik engkau atau pun kami, nyatanya sama-sama menua. Maka, ijinkanlah kami untuk memperbaiki segala kerusakan yang ada diatasmu, beri kami kesempatan untuk sedikit menghapus sedih dan mengusap luka di hati dan tubuh mereka.

Percayalah, masih ada sebagian dari kami, yang begitu merinduka perdamaian tercipta dan terjadlin dengan apik di atasmu, termasuk aku.


Ditulis untuk buku antologi Kado Untuk Bumi Berduka. 

Related Posts

Posting Komentar

Pengikut