Nimas

Kuatlah





Seperti yang disampaikan @penappucino.id, bahwa memulai lebih mudah daripada bertahan. Betul.

Memulai untuk menyerang kedamaian manusia lain itu mudah. Sulut saja apa yang diimani, maka pertikaian akan terjadi. Namun, bertahan pada keimanan itu tidak mudah. Butuh keyakinan dan keteguhan. Karena yang dipertahankan adalah suatu yang abstrak, suatu yang balasannya adalah Surga.

Memulai kejahatan itu mudah. Lukai saja anak-anak, kawin paksakan para wanita, habisi nyawa para lelaki, maka kejatahan itu akan menggaung di dunia. Namun, bertahan pada keadailan itu susah. Butuh ribuan bahkan ratusan ribu liter air mata, butuh darah juang, dan keyakinan akan kemenangan. Keadilan itu bukan semata rata pembagian tanah dan bangunan suci, namun adil adalah menerapkan perintah Tuhan dan utusannya secara baik.

Memulai permusuhan itu sangat mudah. Sebarkan saja kepalsuan, lalu setiap telinga akan mendengarnya, setiap mulut akan menggunjingnya. Namun bertahan pada kebenaran itu tak mudah. Butuh prinsip yang utuh dan bulat. Karena keberanan itu letaknya di sisi Tuhan dan manusia yang mau berpikir atas dasar Ketuhanan Yang Maha Esa.

Teruntuk saudaraku seiman, bertahanlah. Kemenangan itu dekat, janji Tuhan tak pernah ingkar. Menangislah, karena kalian telah begitu kuat bertahan. Maafkan kami yang tak mampu hadir, bahkan doa untuk kalianpun sesekali terucap. Saudaraku, semoga Surga menjadi hadiahmu.

Teruntuk saudaraku sebangsa, semoga Tuhan berikan kita pemimpin yang amanah. Yang baginya haram memakan dan mengambil suatu yang bukan haknya. Yang baginya kesejahteraan dhuafa adalah impian. Bertahanlah untuk setiap kedzaliman yang kalian terima, karena Tuhan tak pernah berpaling dari kita.

Mari saling berdoa untuk kebaikan sesama, untuk seluruh saudara kita. Bukankah balasan bagi kebaikan adalah kebaikan pula? Sedang berdoa adalah satu kebaikan termudah.

Kuatlah.  IG : @niimasachsanii
Nimas Achsani
Blogger, content writer dan penulis buku. Tertarik dengan dunia pernikahan, psikologi, pendidikan dan finansial. Menulis bukan sekadar merangaki kata, namun juga menciptakan kenangan dan menebar manfaat.

Related Posts

Post a Comment

Follow by Email