Catatan Untuk Kehidupan 3

26 November 2019

Nak, ibu tuliskan semua ini untuk menyimpan kenangan kita. Karena ibu pun tau tau apa yang akan terjadi di kemudian hari. 

Nak, kelak ketika engkau telah tumbah dewasa dan ibu tak lagi ada, bacalah semua catatan yang ibu tinggalkan. Karena di sana, engkau akan tau betapa ibu sangat mencintaimu, bahkan ibu telah merindukanmu sejak engkau belum ada.

Nak, tanamkanlah dalam dirimu, bahwa engkau adalah anak yang sangat dicintai keluargamu. Kami, tak segan untuk memelukmu setiap waktu. Mendekapmu dengan hangat dan penuh kasih. Karena nak, merasa dicintai adalah salah satu alasan hidup bahagia.

Nak, kelak ketika ibu telah renta dan tak lagi mampu menggendongmu. Tetaplah ingat, di malam-malam ibu bertahan dengan sisa tenaga untuk menenangkanmu. Ingatlah, dimana ayah rela menambah lelahnya untuk mengijinkan ibu sejenak berbaring. Ingatlah nak, begitu besar ingin kami untuk melindungimu.

Nak, biarlah kini jam tidur ibu terpangkas, tak berpenanpilan menarik, rambut kerap terurai berantakan, bahkan seringnya bau ASI, asal engkau nyaman dalam tidurmu, ibu tak mengapa nak. Ibu ingin engkau merasakan damai di dunia yang asing ini.

Nak, usiamu genap sebulan esok. Doa kami -ayah dan ibu- tetap melangit, seperti waktu-waktu lalu sebelum hadirmu. 

Nak, terima kasih telah lahir dengan sangat baik. Terima kasih telah membawa cinta untuk kita semua. Terima kasih telah mengijinkan ayah dan ibu menjadi orangtuamu. Terima kasih telah memberi kesempatan kami untuk belajar. Terima kasih nak, terima kasih. 

Dirimu adalah cerita yang tak hentinya kami syukuri datangnya.

Posting Komentar

0 Komentar