Nimas

Hai, Aku Di Masa Kini








Terima kasih sudah tetap berbenah sampai saat ini

Apa yang tampak, bukanlah yang sebenarnya

Terima kasih telah berjuang sejauh ini

Bertarung dengan diri sendiri bukanlah hal yang mudah, aku tau itu

Dan denganmu, diri sekaligus teman musuhku

Terima kasih telah bersisian dengan sangat menarik

Terima kasih telah membuatku menangis

Begitu marah yang menyesakkan dada

Terima kasih karena tetap hidup

Meski aku tahu, apa yang telah terjadi tidaklah mudah

Ingatlah, bahwa kamu adalah manusia yang dicintai dengan segala apa yang ada pada dirimu

Dirimu adalah ciptaan Tuhan yang sempurna,

Dirimu, adalah wujud cinta kedua manusia bernama orang tua

Dan kau tau?

Kini, dirimu tengah menjadi istri sekaligus ibu

Bukankah ini hal yang hebat? Kamu telah melangkah sejauh ini

Kamu begitu berani dengan keputusan besar ini

Hai, tersenyumlah

Bukankah kamu selalu meminta suamimu tersenyum?

Kali ini, tersenyumlah untukku, dirimu sendiri

Untukmu, diriku yang tengah membaca tulisan ini

Ingatlah,bahwa Tuhan begitu menyayangi kita

Memberi kita hidup yang penuh dengan ampunan

Lantas, akankah kita akan kembali pada kubangan masa lalu?

Kotor, bahkan hina?

Diriku, tetaplah menjadi manusia yang penuh cinta

Sebab banyak orang yang butuh dicintai, tentu saja selain dirimu sendiri

Diriku, sampai jumpa di Surga

Tetaplah hidup dengan baik sampai saatnya tiba

Nimas Achsani
Blogger, content writer dan penulis buku. Tertarik dengan dunia pernikahan, psikologi, pendidikan dan finansial. Menulis bukan sekadar merangkai kata, namun juga menciptakan kenangan dan menebar manfaat.

Related Posts

Post a Comment