Nimas

#part3 "perginya pemilik kenangan"

Aku tak pernah baik ketika aku merindukanmu. Selalu ada pergolakkan yang luar biasa.
Otak berkata "jangan rindukan dia", namun hati berteriak "aku sangat merindukannya". Bagaimana?
Ada sesak yang tak nyaman dalam dada, ada sakit yang tak terekam oleh jejak.
Entah rindu ini datang karena cinta, atau dia datang atas nama nafsu. Aku tak tau mana yang sedang aku derita. Tapi sakit karena merindukanmu, adalah sakit yang boleh muncul kepermukaan.
Aku harus menyimpannya, menutupnya rapat2 bahkan jangan sampai terendus baunya.
Aku takut, jika nanti Tuhan pertemukan kita, engkau akhirnya tau bahwa aku sangat merindukanmu. Aku takut jika dirimu sangat paham bahwa aku mencintaimu.
Tak seharusnya ada rasa itu diantara kita. Karena baik aku ataupun dirimu, tak pernah mengikrarkan sesuatu.
Maafkan aku yang masih merindukanmu,
Maafkan aku yang ingin berjumpa dengamu,
Maafkan aku yang masih mencintaimu,
Maafkan aku yang ingin mendengar suaramu

Nimas Achsani
Blogger, content writer dan penulis buku. Tertarik dengan dunia pernikahan, psikologi, pendidikan dan finansial. Menulis bukan sekadar merangaki kata, namun juga menciptakan kenangan dan menebar manfaat.

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar

Follow by Email