Sebentar Lagi

ku lihat dirimu termenung hari itu, kenapa engkau tak mengatakan apapun padaku? bukankah kita telah berjanji untuk bersama? segala keluh dan kesah kita? namun hari itu kau tak banyak bicara, matamu menerawang ke depan, jauh dan kosong. kau bahkan tak menyadari keberadaanku di dekatmu.

seberat itukah harimu, temanku?
tidak bisakah kau bagi sedikit beban di pundakmu itu kepadaku, mungkin aku tidak setegar dirimu, tapi setidaknya aku tidak ingin engkau terluka seorang diri. jikapun tidak ingin engkau bagi bebanmu, ijinkan aku untuk mendekap erat dirimu, aku tau ingin bersandar, aku tau engkau lelah. tapi kenapa engkau menolakku seperti ini?

ku lihat engkau menangis seorang diri, terduduk membelakangi keramaian, tertunduk memejamkan mata dan terisak. sungguh, ingin ku hampiri dan ku pelak erat dirimu. ingin ku berkan bahuku hanya untukmu. tapi bahkan dalam tangismu, seolah engkau berkata "jangan dekati aku dengan alasan apapun". jadilah aku hanya melihatmu dengan pilu. seberat itukah bebanmu? sejauh itukah hubungan kita sekarang?

kau tegakkan dudukmu, mengamati sekeliling dan menyeka air mata itu dengan cepat. kau bangkit dan bergegas. aku berlalri kecil mengikutimu, ingin ku tarik dirimu ke dalam pelukanku, sungguh.
hanya berjarak beberapa meter dari genggamanku, namun kau hilang begitu saja. entah kemana dirimu pergi, sunggu aku hampir tak mengenali dirimu lagi.

tunggu, sebentar lagi

Posting Komentar

0 Komentar