Ayah, Pulanglah

Jangan salahkan anakmu, ketika dia datang setelah berbadan dua, setelah dia mengalami penyimpangan seksual, atau setelah dia menjadi pelaku kejahatan.
Juga jangan salahkan istrimu dengan tuduhan tak pandai mendidik anak, dengan tuduhan tak perhatian pada perkembangan anak atau bahkan menuduhnya telah menjadi sebab rusaknya anak kalian.

***********************************

Rumah-kedua orangtua adalah pendidikan pertama bagi anak. Sedangkan sekolah adalah tempat belajar. Maka jangan menyalahkan lembaga pendidikan ketika anak terpelajar namun tidak terdidik dengan baik. Jika ibu adalah guru bagi anak-anaknya, bagaimana dengan ayah? Sudah tentu perannya lebih besar, dialah kepala sekolah. Dialah yang menentukan visi pendidikan bagi anak, dengan ibulah dia membentuk misi pendidikan untuk anak. Dua pihak-ayah dan ibu. Pemahaman terhadap tanggungjawab sebagai suami dan ayah, ditanamkan sebelum baligh. Ayah memang tidak disiapkan menjadi orangtua pengasuh, itulah sebabnya perlu ada pembagian tugas antara ayah dan ibu.

Anak butuh sosok ayah dalam tumbuh kembangnya. Menurut Academics at the University of Newcastle tahun 2008 menyatakan bahwa, ayah terlibat secara langsung membuat anak memiliki IQ lebih tinggi 10 poin.

Menurut Study Hemy Biller:
1. Kontak ayah-anak di US setiap hari <20 menit,
2. Di rumah tangga yang ada orang tua 25% kontak ayah-anak rata-rata 1 jam, dan
3. Search Institutes of Minneapolis, 20% anak kelas 6-12 hanya punya 10 menit sepanjang bulan untuk berbicara baik dengan ayahnya.

Bukan hanya itu, ternyata keluarga yang mengalami disfungi akan menyebabkan kecanduan seks karena kebutuhan dasar yang tidak terpenuhi dari keluarga. Edukasi tentang seks adalah salah satu hal yang penting. Ayah harus hadir pendidikan ini. Ayah harus mampu berdialog dengan anaknya untuk mengenalkan alat-alat reproduksi maupun membicarakan hal-hal yang dianggap rahasia antara ayah-anak. Pengenalan mengenai anggota tubuh yang "sensitif", harus dimulai ketika anak sudah bisa berbicara. Ayah-sebagai pria terdekat merekalah yang seharusnya menunjukkan sejauh mana batasan sentuhan dengan lawan jenis. 

Seorang pemateri dalam sebuah seminar parenting mengatakan, jika salah satu anak yang berkonaultasi dengannya pernah mengadukan ketidakhadiran ayahnya dalam keluarga sehingga dia tumbuh menjadi penyuka sejenis karena mencari sosok ayah di pergaulannya. Tentu kejadian ini sangat bisa dipertanggungjawabkan secara moral. Karena salah satu akibat dari tidak adanya peran ayah dalam dunia anak pendidikan adalah: hilangnya sosok ayah, hilangnya rasa aman dan anak cenderung tantrum, lebih sering sakit  dan secara psikologis: anak-anak akan mudah depresi dan sensitif terhadap kritikan.

Dalam agama Islam, anak adalah salah  satu ujian bagi setiap orang tua (QS. Al-Anfal : 28). Anak-anak akan datang dengan segala permasalahannya ,dengan segala hak yang harus dipenuhi orang tuanya. Imam Ibnu Qoyyim berpendapat: betapa banyak orang yang menyengsarakan anaknya-buah hatinya di dunia dan akhirat karena dia tidak memperhatikannya, tidak mendidiknya dan memfasilitasi keinginannya sementara dia mengira telah memuliakannya padahal dia telah merendahkannya.

Posting Komentar

0 Komentar