Laporkan Penyalahgunaan

Pengikut


About

Hidup bukan tentang seberapa panjang usia kita, namun seberapa bermanfaatnya hidup kita di dunia. Karena perjalanan setelah kehidupan dunia, jauh lebih panjang dan abadi.

Dunia Baru

Carl Gustav Jung, seorang psikiater Swiss dan perintis psikologis analitik mengelompokkan kepribadian manusia menjadi dua, yaitu: ekstovert dan introvert. Saya coba bahas intovert, kepripadian yang sangat dekat dengan kehidupaan pribadi.

Orang dengan kepribadian introvert biasanya lebih sering dilabeli sebagai orang aneh oleh teman atau lingkungan sekitarnya. Bagaimana tidak, mereka cenderung pendiam dan menyendiri, tapi para introvert mampu membangun dunia mereka sendiri dengan pondasi yang kokoh. Para introvert ini, sangat menyukai ketenangan. Mereka lebih suka bergumul dengan sebuah yang kemudian membawanya masuk dalam dunia baru melalui susunan abjad, memiliki banyak persediaan bahan seni rupa juga kegiatan menulis di rumah, bisa berdiam lama di hadapan monitor yang terkoneksi dengan internet, atau sebuah prmandangan dari jendela.

Lalu, apakah saya introvert? Ya, saya adalah seorang introvert. Saya bisa berjam-jam duduk seorang diri di sebuah tea house.
Pernah saya bertanya pada suami kenapa saya "tidak punya teman". Katanya saya ini sedikit pendiam dan menuyup diri dariborang baru. Sebelum menikah, saya sudah menjelaskan sedikit tentang karakteristik saya ini. Sekarang, dia tidak pernah marah ketika istrinya lebih banyak diam ketika datang di acara keluarga atau relasinya, dia tidak akan merasa terganggu ketika istrinya diam dalam waktu yang lumayan lama dengan buku atau gambaran-gambaran imajinernya, dia juga suami yang tidak keberatan ketika istrinya menolak ketika diajak bepergian dengan banyak orang.

Namun, tidak selamanya introvert ini berdiam diri, nyatanya jika berada bersama orang-orang spesial mereka bisa tertawa lepas juga bercanda. Termasuk dia- suami saya. Orang asing dalam hidup saya yang kemudian mengenalkan banyak hal baru dan membuat hidup saya lebih berwarna.

Di tempat kerja, teman-teman sudah mengenal saya sebagai seorang yang tidak banyak bicara. Bahkan ketika makan siang pun, saya lebih suka sendirian duduk di ruangan dengan earphone terpasang di telinga kiri. Saya nyaman dan baik-baik saja dengan keadaan ini.
Satu lagi, ternyata suami saya dulu sebelum menikah, juga berpikir jika saya adalah orang yang cuek karena tatapan mata dan wajah saya sering terlihat datar, dan tidak banyak bicara termasuk pada calon mertua saya kala itu.

Anggapan sebagai orang yang anti-sosial sering saya dapatkan. Sesungguhnya, hanya karena introvert suka menarik diri dari keramaian, berdiam di rumah, penyendiri, dan tak banyak bicara, ingatlah bahwa kami para introvert bukanlah orang yang demikian- antisosial, kami peduli dengan kehidupan sosial, namun kami butuh sedikit waktu untuk sebelum akhirnya bersuara, kami butuh tambahan waktu lebih banyak untuk berpikir sebelum berkomentar karena kami memperhatikan dan mendengarkan lebih banyak dari ekstrovert.

Begitulah saya dengan sisi introvert yang membuat segala sesuatunya menjadi tantangan yang luar biasa. Maka untuk orang-orang ekstrovert, jangan paksa kami untuk menyeberangi karakter yang justru akan berdampak buruk pada pengembangan diri kami. Suamiku  terimakasih telah membawaku masuk dalam duniamu yang penuh keramaian.

Related Posts

Posting Komentar

Pengikut