Nimas

Lotus Project - 2

Judi

****
Jika senja adalah saat dimana hati begitu berbunga, maka goresan kuas adalah bunga
Lalu biarkan aku menjadi senjamu, sebagaimana engkau menjadi bungaku

****

Judi Sunaring Pura, ayah dan ibu sengaja memberiku nama itu. Kata mereka, aku seharusnya menjadi istana cahaya bagi mereka.

Sedikit bercerita tentang keseharianku. Aku seorang pekerja freelance di beberapa tempat, namun belakangan ini aku lebih banyak menghabiskan waktu di salah satu gudang kecil dengan aneka tumpukan kain. Tak terasa, sudah 5 tahun aku bergumul dengan bermacam jenis kain.

Sesekali aku harus membawa potongan kecil kain, berkeliling kota hanya demi mencari padanan warna yang kawin. Atau juga seharian penuh membaca artikel tentang kualitas serat kain. Jika tanggunganku tak banyak, menyelesaikan desain atau pola adalah tanggungjawabku. Apa pekerjaanku? Aku adalah penikmat seni.

Seseorang telah membawaku berkenalan dengan dunia baru ini. Nadira, seorang teman yang bertemu tak sengaja di salah satu pameran lukisan.  Perempuan ayu nan anggun. Kepribadian yang berbeda membuat kita sepertinya cocok untuk berikrar menjadi sahabat.

Kami sepakat mendirikan sebuah usaha kecil bersama. Konveksi adalah bidang yang kami pilih. Nadira adalah penikmat visual suatu seni, sedang aku adalah penikmat rasa. Dari situlah ternyata kita ternyata punya persepsi tersendiri bagamaimana menikmati sebuah seni.

Lotus Project, adalah satu rumah bagi kami berkreasi. Memasukkan unsur rupa pada selembar kain adalah suatu cita-cita kami. Aku dan dia- Nadira, tak selamanya berkutat dengan kain dan kertas. Kamipun beraktivitas layaknya para sahabat menghabiskan weekend nya.

Oh ya, salah satu yang mencolok dari perbedaan sifat kami adalah, dia suka menahan perasaannya. Dulu, beberapa kali tak sengaja ku dapati dia sesenggukan di dalam ruang. Seorang diri, wajahnya ditutup dengan potongan kain perca.

"Aku tak apa Jud, aku hanya rindu padamu". Selalu begitu jawabnya. Entah kenapa, namun sejak saat itu aku telah berjanji pada diriku, tak akan membiarkan dia menangis tanpa kawan di sampingnya.

Selain Nadira, ada mbak Una. Keluarga baru yang Nadira tambahkan di Lotus Project. Diantara kami, mbak Una lah yang sedikit pendiam. Tak banyak bicara, namun pekerjaannya rapi. Mbak Una selalu paham dengan detail pekerjaan yang Nadira maupun aku minta. Termasuk ketika aku meminta dibelikan manik warna Aqua yang transparan.

Mbak Una di Lotus Project adalah pelengkap bagi kami. Bahkan, lilin aromaterapi yang sekarang selalu menyala di toko ataupun di gudang, adalah keputusan mbak Una. Termasuk memilih desain kertas nota, atau bag paper toko kadang mbak Una lebih detail daripada aku yang membuat atau bahkan Nadira yang meminta. Ya, kami butuh keluarga dengan persepsi yang berbeda.

Nadira, Mbak Una dan Lotus Project adalah keluarga baru dengan asam manis cerita di tiap perjalanannya.

^bersambung

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

Nimas Achsani
Blogger, content writer dan penulis buku. Tertarik dengan dunia pernikahan, psikologi, pendidikan dan finansial. Menulis bukan sekadar merangaki kata, namun juga menciptakan kenangan dan menebar manfaat.

Related Posts

Post a Comment

Follow by Email