Nimas

Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia : Perguruan Tinggi Vokasi Pilihan Para Pengusaha Muda

4 comments
politeknik wbi

Sebelum menikah, aku cuma tau kalau calon suami adalah alumni salah satu perguruan tinggi vokasi di Semarang. Sejujurnya aku nggak terlalu penasaran sih, apa alasan memilih sekolah vokasi (hahahaha). Ya karena aku pikir, "kalau bisa sekolah di universitas kenapa harus perguruan tinggi vokasi". Nah ternyata, setelah menikah aku sadar kalau ternyata kita punya persepsi yang berbeda soal "goals" setelah kuliah.

Dari hasil wawancara dengan suami, ada salah satu keuntungan yang menurutnya sangat berdampak setelah di lapangan kerja. Yakni jam terbang. Karena tidak bisa dipungkiri, para mahasiswa di sekolah tinggi vokasi ini memiliki kurikulum yang sangat padam, jadwal praktek lebih banyak dan tentu saja dibarengi dengan relasi yang tersebar di berbagai sektor.

Hal ini tentu saja sangat berkaitan dengan salah satu cita-cita perguruan tinggi vokasi, yaitu menyiapkan tenaga kerja yang terampil dan ahli di bidangnya. Dengan demikian, bukankah lulusan perguruan tinggi vokasi telah ambil andil besar dalam pengurangan pengangguran di Indonesia? Rasanya bukan lagi sebuah rahasia, jika kini semakin banyak terbuka yang tercatat di berbagai lembaga survei.

sekolah vokasi indonesia

Sebab naiknya pengangguran terbuka ini salah satunya adalah karena tidak tersedianya atau sangat terbatasnya lapangan pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan tenaga. Bisa dibayangkan, kan, bagaimana jadinya jika setiap tahun banyak lulusan perguruan tinggi namun tidak dibarengi dengan penambahan lapangan pekerjaan?

Ini memang sebuah kenyataan yang sangat memprihatinkan. Itulah kenapa, kini kita juga jumpai banyaknya pengusaha muda yang bermunculan dengan segala cerita kesuksesannya. Hal ini tentu saja tidak terjadi dalam waktu singkat, karena untuk menghasilkan pengusaha yang terdidik, terampil dan tangguh bukanlah hal mudah. Butuh tempaan keras dari perguruan tinggi serta para pengajar.

Terkait hal ini, ada salah satu perguruan tinggi vokasi di Sumatera Utara yang bisa kita ulas sedikit. Kampus entrepreneur di Sumut ini adalah Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia (WBI). Adakah sudah kenal dengan kampus ini? Fyi ya teman, kampus ini berdiri atas keprihatinan pebisnis terkemuka Indonesia -Martua Sitorus-.

politeknik wbi

Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia : Siap Bersaing di Era Industri 4.0

Salah satu wujud dari kesiapan kampus ini juga dibarengi dengan berdirinya salah satu program studi (prodi) Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak WBI. Tentu saja ini sangat menjawab kebutuhan kebutuhan manusia di era digital ini. Terkait dengang kurikulum yang digunakan, prodi ini mengacu pada Asosiasi Pendidikan Ilmu Komputer Indonesia.

Seperti yang sudah kita tahu, bahwa kedatangan revolusi industri keempat atau industri 4.0 ini merupakan gerbang bagi pesatnya perkembangan digital di berbagai wilayah. Nantinya, akan semakin banyak aktivitas manusia yang bisa diselesaikan secara digital. Hal ini tentu saja diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja.

Keberadaan teknologi digital ini, tentu saja merupakan sektor usaha yang sangat menjanjikan. Itulah mengapa, Politeknik WBI secara khusus memberikan fasilitas yang dibutuhkan para calon pengusaha muda. Sebab mau tidak mau, para lulusan pendidikan tinggi nantinya akan bersaing pada era ini. Bagaimana jika para lulusan pendidikan tinggi ini, justru terjun ke masyarakat tanpa bekal “perang”? Bukankah jika demikian akan menambah angka pengangguran terbuka?

Politeknik WBI : Nurturing Entrepreneur, Empowering Nation

Pada Mei 2021, Kementerian Ketenagakerjaan mencatat ada sebanyak 8,75 juta orang yang berstatus sebagai pengangguran.
Ketersediaan lapangan pekerjaan, selalu menjadi janji politik pemilu. Tapi, akankah kita sebagai pemuda ini hanya diam dan menunggu? Bukankah sebaiknya kita bergerak, dan membuka lahan usaha tersebut?

Keberadaan Politeknik WBI sebagai salah satu kampus yang sangat concern terhadap pembentukan karakter entrepreneur para mahasiswanya, perlu kita acungi jempol. Karena nantinya, kita sangat butuh para pengusaha yang kompetitif, mandiri, inovatif, kreatif, solutif serta adaptif terhadap segala dinamika perubahan lingkungan sekitarnya.

Jangan lupa, jika pembelajaran yang diusung kampus ini adalah pendidikan dasar yang berpedoman pada praktek nyata. Sehingga para calon pengusaha ini, tidak kikuk ketika sudah turun gunung, sebab mereka sudah berbekal pengalaman yang tidak hanya teori semata.
Nimas Achsani
Blogger, content writer dan penulis buku. Tertarik dengan dunia pernikahan, psikologi, pendidikan dan finansial. Menulis bukan sekadar merangaki kata, namun juga menciptakan kenangan dan menebar manfaat.

Related Posts

4 comments

  1. Karena ada teman yang jadi dosen di Vokasi UI, aku jadi penasaran apa sih PT Vokasi. Ternyata seperti itu, ya.
    Jadi lulusannya benar2 sudah siap di lapangan kerja

    ReplyDelete
  2. Oh ternyata lokasi kampus di Sumatera Utara ya, aku baru tahu sih tentang Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia ini.

    Bagus juga dengan adanya prodi baru yang mendukun era digital ini.

    ReplyDelete
  3. Bagus tuh kalau langsung praktek ya, jadi nggak canggung lagi

    ReplyDelete
  4. Keren nih.. sebagai guru SMK, aku pun tertarik dengan bidang vokasi. Terlebih dengan kontribusinya dalam upaya mengentaskan pengangguran. Tentunya, dengan program link and match. Ketersesuaian antara kurikulum pembelajaran dengan tuntutan pasar kerja. Artinya, semua komponen yang berkepentingan bisa saling kolaborasi agar visi dan misi tercapai. PR besar buat kita semua ya.. Semangat buat semuanya 🤗

    ReplyDelete

Post a Comment