Nimas

Tumbuh Menjadi Keluarga Bermental Sehat Bersama PopMama Parenting Academy 2021

6 comments


popmama parenting academy



Jadi ibu? Aku dan suami sudah memutuskan untuk tetap tinggal berdua setelah anak pertama lahir, meskipun saat itu belum terbayang repotnya seperti apa. Seminggu pertama, ada ibu ikut bantu urus rumah dan asuh bayi.

Setelah ibu pulang, mertua sesekali ke rumah untuk bantu memandikan si bayi dan mengirimkan makanan. Jujur, sepanci sayur saat itu sangat menolong.

Seminggu setelah ibu pulang, mulailah semua perasaan itu berkecamuk. Ada satu hari, di mana aku nangis berdua. Aku nggak tahu harus gimana.

Malamnya aku cuma nangis dan suami juga nggak tanya apa-apa. Dia cuma peluk dan mengusap. Tahu nggak sih, dengan dia nggak ngomong apapun dan cuma kasih aku kesempatan buat nangis, entah kenapa aku merasa sangat dihargai.

Sejak saat itu aku mulai banyak membaca lagi. Banyak hal yang aku lupakan ketika menjadi ibu, bahwa tidak masalah jika kita terlihat lemah di mata siapapun.

Tulisan ini, adalah ucapan terima kasih untuk suami dan anak yang luar biasa hebat. Terima kasih untuk semua proses pertumbuhan ini, mari tetap bertumbuh untuk kehidupan selanjutnya, di Surga.

Ibu Di Balik dan Di Depan Cermin

Sebelum menjadi ibu, aku sering kali berpikir bahwa aku harus melakukan ini dan itu untuk keluarga. Melakukan banyak hal bersamaan sepertinya adalah sesuatu yang sangat menarik.

Namun, ketika anak kami lahir, hal itu adalah sebuah harapan yang sangat berharga. Bahwa ternyata, ada masa di mana aku hanya bisa melakukan satu hal saja selama seharian.

Jadi Ibu Harus Bisa Apapun?

Ada yang pernah melihat drama Korea Birthcare Center? Drama ini mengisahkan perjalanan seorang ibu dari berbagai kalangan. Mereka berkumpul di rumah khusus penyembuhan dan perawatan bagi mereka.

Seorang ibu yang juga manajer perusahaan, merasa kalut sebab dia ingin tetap mempertahankan karir yang telah lama dirintisnya. Namun di sisi lain, dia sadar jika dia tidak bisa meninggalkan anaknya begitu saja.

Lalu ada juga seorang ibu rumah tangga dengan tiga anak kecilnya. Dia terlihat sangat sempurna bagi ibu yang lain. Namun siapa sangka, jika di balik itu semua dia sangat kelelahan dan kehilangan jati dirinya.

Mereka adalah dua sosok fiktif dari representasi kenyataan. Banyak perempuan yang dituntut harus sempurna dan bisa apa saja, setelah menjadi ibu. Masyarakat menaruh ekspektasi tinggi terhadap mereka.

Bahwa di masyarakat, sangat wajar jika ibu mengalami kelelahan dan berada di dalam rumah sepanjang waktu untuk mengurus rumah. Padahal, bukankah para ibu ini juga manusia yang butuh jeda untuk dirinya sendiri?

Dengan keadaan ini, akhirnya banyak ibu yang sakit secara mental. Sebab mereka merasa tidak dihargai dan dihormati atas pilihannya.

Ketika aku telah menjadi ibu, aku pun sadar, sangat manusiawi jika kita ini kelelahan atau bahkan mengambil keputusan yang kadang dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Seperti, memutuskan tetap menjadi working mom.


Boleh Nggak Sih Kalau Ibu Terlihat Biasa Saja?

Apakah ada dari teman-teman yang mengikuti atau pernah menonton serial kartun Chibi Maruko-Chan? Siapa tokoh yang paling teman-teman sukai?

Tapi, kita tidak bicara itu saat ini. Ada yang tahu siapa Sumire? Sumire adalah ibu Maruko. Sumire adalah sosok ibu rumah tangga yang sangat berhemat untuk keluarganya.

Pada salah satu serinya, dikisahkan jika Maruko tidak ingin ibu seperti Sumire. Dia ingin punya ibu seperti ibu temannya yang berdandan, menggunakan baju bagus, cantik fisik dan menggunakan parfum.

Maruko menyalahkan ayahnya, kenapa menikahi Sumire untuk menjadi ibunya. Namun ternyata, ada hal yang disadari Maruko, jika ibunya bersusah payah di dapur untuk menyajikan makanan, membantu keperluan anggota keluarga yang lain mengurus cucian, membersihkan rumah dan berbelanja.

Tidak hanya disitu, pada salah satu seri untuk peringatan Hari Ibu. Maruko dan kakaknya bertanya, apa yang ibunya inginkan sebagai hadiah. Namun lagi-lagi Sumire menolak, dengan dalih mereka cukup menjadi anak yang baik dan penurut sudah sangat membahagiakan.

Namun, Maruko dan kakaknya menyadari satu hal. Yakni ibunya selalu mandi terakhir ketika semua anggota keluarga sudah selesai makan. Sumire juga selalu tidur paling terakhir karena menyiapkan bahan untuk besok, memperbaiki kancing baju dan yang lainnya.

Hadiah untuk Sumire saat itu adalah mandi paling pertama. Terlihat sederhana, namun Sumire sangat terharu atas apresiasi anak-anaknya

Hal sederhana yang kita lakukan, kadang terlihat tidak bernilai apa-apa. Namun di mata orang lain, bisa jadi itu adalah sebuah penghargaan tertinggi bagi diri mereka.



Ada Apa Dengan Support System?

Di awal menjadi ibu, jujur saja, aku pun sangat kewalahan dengan adaptasi yang harus serba cepat. Satu-satunya support system yang ada dan selalu ada saat itu adalah suami. Kami melakukan dan mencoba banyak hal berdua untuk anak bayi.

Kelahiran pertama yang mengajarkan kami banyak hal. Salah satunya adalah betapa pentingnya memberikan empati kepada sesama.

Sebab aku pun sangat paham, bagaimana ketika lelah kita tidak dilihat bahkan tidak mendapatkan apresiasi dari orang terdekat.

Bukan berarti ketika menjadi ibu, otomatis haus akan pujian. Namun, kami juga ingin dihargai dan diapresiasi atas kerja dan lelahnya tubuh.

Kemudian, entah bagaimana aku menemukan beberapa komunitas daring ibu-ibu muda, yang sebagian besar memang ibu baru. Sepertiku.

Dari sana, aku mendapatkan banyak dukungan. Nyaman sekali, ketika ada dukungan atas segala keputusan kita, sekalipun itu dukungan virtual.

Kebayang nggak, sih, saat itu aku sedang kesakitan karena menyusui, lelah mengurus bayi dan rumah, juga jahitan perineum yang belum kering betul. Justru ungkapan “nggak usah ngeluh, jadi ibu ya memang gitu. Wajar”.

Wow! Aku bahkan belum sempat bercerita, jika ada malam-malam aku menangis tak henti karena baby blues.

Setiap ibu sangat butuh dukungan. Terlebih ketika dorongan semangat itu datang dari pihak ketiga, rasa semangat itu entah bagaimana tiba-tiba memenuhi hati yang lelah.

“Nggak apa-apa bu. Wajar banget kalau capek emang. Kalau pas baby tidur, usahakan ikut tidur. Kerjaan rumah kerjain kalau badan udah enakan aja, nggak sempat juga nggak apa-apa. Kalau ada yang komplain rumah kita berantakan, suruh mereka pulang aja”

Jujur, aku pernah sangat merasa tertolong, ketika membaca sebuah pesan seperti ini dari ibu lain, yang tidak ku kenal secara fisik.



Mental Illness Dalam Pengasuhan

Membawa Inner Child Dalam Pengasuhan?

Inner Child merupakan salah satu isu yang sangat populer belakangan ini. Jika digambarkan, inner child adalah luka di masa lalu (sebelum menikah, baik anak ataupun tidak) yang terbawa sampai saat kita menjadi orang tua.

Diyakini, jika orang tua membawa masalah ini (belum berdamai dengan dirinya atau masa lalunya), maka akan sangat berdampak pada “bagaimana caranya mengasuh anak-anak”. Hal ini dikarenakan, kita membawa trauma ini sampai dewasa.

Beberapa ibu menceritakan tentang hal ini. Jika dia merasa ada yang salah dalam mengasuh anaknya, menjadi ibu yang mudah marah, berteriak, membentak hingga turun tangan. Usut punya usut, ada trauma masa lalu yang dia bawa sampai dewasa.

Ada luka yang tertinggal meskipun sudah puluhan tahun berlalu. Luka psikis ini, sering kali diabaikan sebab tidak tampak. Penyebab trauma masa kecil ini, tentu akan sangat berbeda satu dengan yang lainnya.

Apakah teman-teman sadar, jika kita juga berpotensi meninggalkan luka ini pada anak-anak? Inilah mata rantai yang perlu kita putus.

Sudah saatnya kita mengasuh penuh dengan cinta yang utuh, tanpa meninggalkan trauma.



Ketika Menjadi Orang Tua Sekaligus Sandwich Generation

Hal lain yang juga menjadi masalah bagi orang tua milenial adalah sandwich generation. Sandwich generation adalah kondisi di mana kita memenuhi kebutuhan keluarga inti sekaligus orang tua.

Tentu saja hal ini menjadi salah satu penyumbang stress. Nina Teguh, seorang psikolog keluarga mengatakan bahwa solusi untuk orang tua dengan posisi sandwich generation adalah berada di lingkungan yang sama.

Dalam artian, ketika berkumpul dengan circle yang sama (sesama sandwich generation), kita tidak akan merasa sendiri. Bahwa ada juga orang-orang yang tengah berjuang sekeras usaha kita, bahkan mungkin lebih.

popmama.com

Bingung Soal Parenting? Coba Buka Popmama.com

Realisasi ilmu parenting di dunia nyata, bisa jadi berbanding terbalik dengan yang kita dapatkan. Tentu saja ada banyak hal yang menyebabkan kondisi ini. Itulah mengapa, ilmu parenting adalah ilmu sepanjang masa.

Sebab selalu berkembang seiring waktu dan tumbuh kembang anak. Tidak ada yang pasti dalam ilmu pengasuhan.

Salah satu cara yang bisa pakai adalah dengan tetap rajin memperbarui ilmu. Membaca, adalah salah satu yang bisa kita lakukan di sela waktu senggang.

PopMama.com adalah satu website parenting yang bisa teman-teman akses. Di sini, kita tidak hanya membaca artikel-artikel. Namun, ada komunitas yang bisa menjadi teman diskusi, bertukar pikiran dan mengurangi stress.

Dengan wadah seperti ini, tentu orang tua yang sedang kalut dengan pikirannya sedikit banyak akan mampu berdiri dengan tegak (kembali). Sebab, ada banyak orang tua yang juga pernah bahkan sedang di kondisi yang sama dengannya.

Popmama.com seperti teman bagi orang tua milenial saat ini. Sebab tidak hanya berbicara mengenai pengasuhan, tapi hal lain seputar kesehatan ibu, berita lifestyle, hingga tips dan trik menarik bisa teman-teman temukan di sini.

Tentu saja, dengan kehadiran media online seperti ini, akan membantu kita tetap sehat untuk menjalani hari-hari sebagai orang tua. Bukankah menjadi orang tua milenial juga memiliki tantangan tersendiri?

Sesibuknya kamu menjadi warrior di luar sana, akan lebih berarti jika kamu menjadi warrior untuk orang yang kamu cintai. Berbagi waktu terbaikmu dengan mereka. Ajarkan dia, bentuk dia, dampingi dia bagaimana menghadapi dunia - Tiwi Eks T2 (Dalam Artikel Popmama.com)

Popmama.com : Berbagi Informasi Untuk Sesama Orang Tua Dengan Menyenangkan

Ketika membuka website Popmama.com, teman-teman akan merasakan visual yang hangat. Dominasi warna ungu, artikel dalam model listicle, desain hingga tak jarang juga dilengkapi dengan video.

Perlu digaris bawahi, jika Popmama.com tidak sekadar media khusus parenting saja. Namun ada banyak hal yang bisa kita dapatkan di sana.

Salah satu fitur yang cukup menarik adalah Tanya Ahli. Pada bagian ini, kita sebagai orang tua sangat bisa untuk bertanya langsung dengan ahli yang kompeten pada bidang tertentu. Mulai dari psikolog hingga dokter anak, akan menjawab pertanyaan kita.

Rasanya, ini salah satu fitur yang bahkan tidak dimiliki media lain. Bukankah ini kelebihan yang sangat fungsional? Sebab tidak perlu keluar masuk website, kita bisa mencari informasi dan bertanya dengan ahli sekaligus dalam satu tempat.

Untuk orang tua yang sudah disibukkan dengan berbagai kegiatan, baik urusan rumah tangga hingga masalah pekerjaan, mengakses website ini tentu akan membantu kita kembali “sadar”. Bahwa parenting dan tetek bengek tentang pernikahan, tidak seburuk yang dibayangkan jika kita sudah menyiapkan perbekalan.

Nah, yang tak kalah menarik selanjutnya adalah Community. Parenting Journey Community adalah salah satu wadah bagi kita untuk bertanya dan berdiskusi tentang berbagai macam persoalan. Baik itu tentang anak, kehidupan rumah tangga, kehamilan hingga informasi umum lainnya.

Tenang, di sini tidak ada orang-orang memandang kita sebelah mata. Justru, kita akan sangat terbantu dengan berbagai jawaban dan solusi yang dibagikan secara hangat. Nyinyir? Julid? Tidak ada di Popmama.com, kok, pak bu :)


PopMama Parenting Academy : Ketika Orang Tua Saling Menguatkan Tanpa Menyudutkan

Seberapa penting dukungan sesama orang tua? Setelah membahas hal ini panjang lebar, tentu kita akan sepakat, jawaban untuk pertanyaan ini adalah sangat penting.
)
PopMama Parenting Academy adalah sebuah kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh PopMama. Tahun ini, tema besar yang diusung adalah Parents Support Parents.

Rasanya seperti menemukan oase di padang pasir. Sebab banyak sekali orang tua yang membutuhkan dukungan psikis ini dari orang tua lainnya.

PopMama Parenting Academy 2021 : Wadah Orang Tua Bertemu, Berkumpul, Bercerita, Berbagi dan Bahagia Bersama

Rangkaian dari PopMama Parenting Academy 2021 ini memang sepenuhnya dilakukan secara daring. Salah satu kelebihannya adalah memudahkan para peserta untuk bisa mengikuti kelasnya di mana pun.

Meskipun daring, kita tidak perlu khawatir, sebab akan ada ahli yang turut hadir dalam acara-acara ini. Tentu saja ini untuk menghindari informasi yang tidak valid tersebar di masyarakat.

Dengan bergabung dengan kegiatan semacam ini, sedikit banyak akan membuka pikiran kita. Bahwa di sana, ada banyak manusia lain bergelar orang tua, yang bersedia mendukung dan menguatkan kita.

Ambillah contoh dari pandemi ini. Tentu banyak sekali anak yang kehilangan orang tuanya dan sebagian yang lain kini menyandang gelar orang tua tunggal. Menjadi orang tua tunggal tidaklah mudah.

Bayangkan saja, dengan kedua kaki kita bisa berlari. Namun, ketika hanya dengan satu kaki, jangankan berjalan, untuk berdiri pun rasanya sangat sulit. Kita butuh sesuatu untuk menopang diri, jika tidak bisa kembali berlari, paling tidak bisa berdiri untuk menikmati semilir angin. Benar?

Popmama.com dan PopMama Parenting Academy adalah sebuah jembatan untuk orang tua yang membutuhkan dukungan dan solusi. Selain bisa diakses secara daring, keduanya juga tidak pernah membatasi gender tertentu untuk belajar parenting.

Yap, kini saatnya kita (ayah dan ibu) turut ambil peran dalam pengasuhan.


Wajah Baru Orang Tua Untuk Keluarga

Tentu kita akan setuju, bahwa sangat penting untuk mengedukasi wanita, sebab dia merupakan poros penting dalam sebuah rumah tangga. Ketika para wanita ini mendapatkan pengetahuan yang memadai, maka dia bisa berdaya bukan hanya untuk dirinya saja tapi juga anggota yang lainnya.

Namun, jangan salah. Ilmu parenting adalah pengetahuan umum yang sangat layak untuk dipelajari juga oleh para suami. Bukankah membangun keluarga yang utuh, butuh kerja sama suami dan istri, ayah dan ibu?

Mari berbicara tentang kondisi yang buruk. Seorang suami atau ayah yang ditinggal pasangannya dengan meninggalkan anak, tentu akan kelimpungan. Sebab menjadi ayah tunggal, selalu memiliki permasalahan tersendiri.

Ya. Ilmu parenting seharusnya memang diakses secara umum, tidak hanya kewajiban para ibu saja. Sekali lagi, mengasuh anak juga “beban” tersendiri bagi orang tuanya. Itulah kenapa, kita butuh solusi agar beban ini tidak memberatkan.

Banyak dari kita, atau mungkin orang terdekat dan bahkan orang asing yang sama sekali tidak ada hubungan kekerabatan dengan kita, memiliki banyak tekanan mental.

Orang seperti ini, kerap kali nampak baik-baik saja. Sebab "sakit" di mata masyarakat, adalah luka secara fisik. Namun, bisa saja kita lupa, jika luka secara psikis juga perlu disembuhkan.

Itulah kenapa ada psikiater dan Rumah Sakit Jiwa. Keduanya ada karena banyak jiwa yang tidak sehat atau terganggu.

PopMama Parenting Acadeny 2021 adalah salah satu ruang untuk kita menjaga kesehatan mental diri dan orang sekitar. Bahwa menguatkan meskipun secara virtual pun, sangat berharga bagi hidup seseorang

Parent Support Parents, tema yang diangkat PopMama Parenting Academy 2021 kali ini hadir untuk mengingatkan kita betapa pentingnya dukungan yang nyata itu.

Parenting Journey Community dalam Popmama.com ada, juga karena banyak orang tua yang mencari solusi tanpa dihakimi.

Mari bergabung bersama PopMama Parenting Academy 2021 untuk mendapatkan banyak insight dan informasi seputar pengasuhan, gaya hidup dan kesehatan. 

Kini, saatnya kita menjadi orang tua yang sehat secara mental. Karena tidak hanya bagi diri sendiri, mental orang tua yang sehat juga berpengaruh pada tumbuh kembang anak-anak.

Popmama.cpm dan atau PopMama Parenting Academy 2021, adalah sebuah wadah untuk mengambil kesempatan memutus mata rantai pengasuhan yang meninggalkan trauma bagi orang tua dan anak-anak.
Nimas Achsani
Blogger, content writer dan penulis buku. Tertarik dengan dunia pernikahan, psikologi, pendidikan dan finansial. Menulis bukan sekadar merangkai kata, namun juga menciptakan kenangan dan menebar manfaat.

Related Posts

6 comments

  1. Penting banget mendapat support system terutama untuk ibu-ibu muda yang baru menapaki jalan menjadi seorang ibu. Beruntung jaman digital sekarang ini, ilmu parenting tidak susah lagi untuk dicari dan didapat, salah satunya via Popmama.

    ReplyDelete
  2. Sebagai seorang ibu itu wajib banget kan ya mbak untuk belajar ilmu parenting. Nah ini popmama.com cocok banget untuk belajar parenting secara online apalagi ada Popmama Parenting Academy, ruang berkreasi terbuka lebar, cihuuuuy

    ReplyDelete
  3. Toss aah sejak melahirkan anak pertama saya juga memutuskan tidak mudik ke rumah ortu jadi full menghandle anak pertama dengan bekal pelatihan singkat dari RUmah Sakit. Dengan adanya media popmama sangat sangat membantu dalam hal parenting

    ReplyDelete
  4. Wow.. Complicated ya kak jadi ibu... Untung kuat, sabar... Semoga selalu dimudahkan

    ReplyDelete
  5. eeaaaa sama nih aku juga suka nonton chibi maruko ... ibunya itu super banget yaaaa.... nontonnya bareng anakku dan anakku itu suka banget... kayaknya sosok ibu seperti sumire itu membanggakan ya buat anak-anak.

    ReplyDelete
  6. Puk-puk ibu muda, kalian hebat berani memutuskan memulai langkah awal menjadi orangtua berdua. Keren. Sebagai orangtua dari calon ibu muda, tulisan ini memberi inspirasi bagaimana bersikap sebagai orangtua yang kini mendampingi calon orangtua muda.

    ReplyDelete

Post a Comment