Nimas

Inner Strength BISKUAT ACADEMY 2022, Jadikan Anak Berpotensi dan Berkarakter

“Bakat dan minat ini, jika keduanya memiliki kesamaan dan bergabung dengan baik, maka bisa menjadi sebuah karir” Devi Sani, M. Psi (Psikolog)

Pagi ini, ketika si toddler tengah tidur karena demam, aku sedang mendengarkan sebuah podcast parenting yang kebetulan sedang membahas seputar minat bakat pada anak.

Aku setuju dengan obrolan tersebut, bahwa tak sedikit dari kita khususnya para orang tua yang belum mengetahui minat dan bakat anaknya. Akhirnya, banyak sekali “les” yang dicoba dan tak jarang membuat para anak frustasi.



Perlu ayah bunda ketahui juga, bahwa minat bakat adalah dua hal yang berbeda. Bakat adalah suatu potensi yang kita miliki sejak lahir. Jadi, bisa dibilang ini adalah “bawaan lahir”, seperti itu.

Sedangkan minat merupakan dorongan atau keinginan terhadap sesuatu.

Nah, kebetulan aku merasa punya bakat menggambar. Jadi kemampuanku menggambar sedikit di atas dari teman-teman dulu. Namun sayangnya bakat ini tidak ku asah lebih jauh lagi. Kenapa? Karena saat itu, orang tua belum terlalu merestui hahahaha.

Sekarang ini, sudah banyak sekali kegiatan untuk anak-anak yang tujuannya adalah untuk mengetahui apa saja minat bakat mereka sampai menjadi wadah untuk keduanya.


Mari Biarkan Anak-anak Tumbuh Bahagia dengan Bakat Minatnya


Aku ingin membagikan sebuah potongan kisah inspiratif.

“Menjadi pemain sepak bola adalah impian sejak kecil (SD), saat itu sering sekali bermain dengan teman-teman yang sudah tua. Kemudian di umur 9 tahun, ikut bergabung dalam sekolah sepak bola.
Berlanjut sampai remaja dan masuk ke klub-klub amatir. Alhamdulillah, sekarang sudah masuk dalam klub profesional”

Adakah yang tahu, kisah di atas merupakan perjalanan pesepak bola nasional? Dia adalah Haudi Abdillah dari Bali United.

Haudi pun mengaku, jika orang tuanya mengetahui kegemarannya ini sejak kecil. Beruntungnya, orang tua sangat mendukung dan tidak pernah memberinya tekanan apa pun!

Saat ini, Haudi Abdillah juga seorang ayah. Meskipun demikian, dia tidak memaksa anaknya untuk menjadi atlet sepakbola sepertinya. Dia bersama istri, hanya akan mengenalkan olahraga tersebut sembari mengamati respon anaknya.

Sebagai orang tua, memang tugas kita adalah mendukung dan membantu anak mengenali apa bakat dan minatnya. Karena dengan demikian, paling tidak ada “sedikit” value yang bisa mereka dapatkan atau dibagikan untuk lingkungan.

Beberapa waktu yang lalu, seorang muridku pernah berkata, jika dalam seminggu dia ikut beberapa kursus, yaitu basket, menyanyi, drum, tambahan pelajaran hingga sempoa. Tunggu, ini bukan orang tuanya yang memiliki ambisi tinggi, tapi memang anaknya yang ingin melakukan itu semua.

Dari yang aku lihat (di muridku), mereka ini memang sering mengaku lelah tapi mereka sangat senang dan tidak ingin berhenti dari salah kegiatannya.

Rasanya memang benar, ketika kita melakukan sesuatu yang sesuai dengan bakat dan minat, meskipun lelah tetap ada rasa bahagianya.

Sudahkah Kita Mengetahui Adanya Inner Strength ?

Jadi ayah bunda dan teman-teman single fighter yang ku sayangi, dari apa yang disampaikan oleh Haudi Abdillah di atas, tentu kita semua tahu, bahwa menjadi atlet adalah impiannya sejak kecil.

Dia pun bekerja keras untuk mewujudkan mimpinya ini.

“Kita adalah apa yang kita pikirkan. Ketika kita memikirkan sesuatu dengan kuat, bahkan disertasi dengan gambar dan perasaan, maka kemungkinan kita akan menarik itu semua” - Jatu Anggraeni, M. Psi

Ternyata di dunia ini nggak cuma ada istilah inner child aja, tapi juga ada inner strength, loh! Sudah tahu, belum?

Kebetulan aku sempat tanya sama seorang Psikolog, beliau adalah Jatu Anggraeni, M. Psi dan sekaligus satu-satunya psikolog yang ada kontakku :D

Aku bertanya kepada beliau tentang inner strength ini dengan kapasitasnya sebagai seorang psikolog.

Inner strength adalah kekuatan batin - karakter yang ada pada setiap orang.

Inner strength akan berkmbang optimal di masa tumbuh kembang anak jika dikondisikan dengan baik oleh lingkungan terutama orang tua untuk dijadikan pijakan dalam kehidupan, baik individu maupun sosial. - Jatu Anggraeni, M. Psi.

Nah, dari apa yang disampaikan beliau ini, bisa kita tarik kesimpulan sederhana, bahwa inner strength ini merupakan sebuah kekuatan baik yang berpengaruh dalam tumbuh kembang anak.

Dan hal yang perlu kita bawahi juga adalah perlunya dukungan dari orang tua dan lingkungan. Karena tentu saja kita sepakat, bahwa orang tua adalah support system pertama bagi anak-anaknya. Benar?

Ada beberapa contoh inner strength yang bisa kita lihat dalam diri anak, antara lain :

Ketangguhan
Rasa percaya diri
Keberanian, dan
Baik Hati

Salah satu cara untuk menumbuhkan karakter di atas adalah dengan bermain sepak bola. Dalam sepak bola, anak-anak tidak hanya menendang bola saja. Namun, mereka juga belajar bekerja sama dalam sebuah tim, belajar menerima kekalahan dan melalui rangkaian kesalahan dan tentu saja berjuang yang terbaik untuk untuk tim.

 

Hal ini, masih sejalan dengan apa yang dikatakan oleh Jatu Anggraeni, yaitu bahwa inner strength ini bisa dimiliki oleh seseorang yang banyak merekam hal-hal positif, lalu akan membuatnya berperilaku positif hingga memberikan kesan positif bagi lingkungannya.

“Jika satu orang bisa membuat perubahan, bayangkan perubahan yang satu bangsa wujudkan”


BISKUAT Academy 2022 Hadir untuk Setiap Sudut Negeri

Setelah sedikit membahas tentang mimpi dan adanya inner strength dalam diri anak-anak, kita juga tahu, bahwa olahraga sepak bola merupakan salah satu kegiatan yang bisa menumbuhkan kekuatan kebaikan ini.



Hal ini pula yang kemudian menjadi pijakan BISKUAT dalam menyelenggarakan BISKUAT Academy 2022. Program BISKUAT Academy ini sendiri sudah hadir di Indonesia sejak beberapa tahun terakhir.

Kita kenalan dulu, yuk! Karena tak kenal maka tak bisa join :D (maaf garing, ya)

Untuk yang belum tahu, BISKUAT Academy 2022 sendiri adalah sebuah rangkaian kegiatan olahraga yang diinisiasi oleh BISKUAT dan bekerja sama dengan lembaga pemerintahan, seperti Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Beberapa waktu lalu, aku sempat bertanya tentang sekolah bola ini kepada salah satu pemain sepak bola dari Bali United, beliau Haudi Abdillah.

“Itu merupakan kesempatan yang bagus bagi anak-anak Indonesia untuk mewujudkan mimpi menjadi atlet profesional, dan semoga BISKUAT konsisten untuk mendukung kemajuan sepak bola Indonesia”
Beliau juga mengatakan, jika keberadaan sekolah bola menjadi salah satu jembatan bagi anak-anak di daerah untuk mendapatkan kesempatan yang sama. Karena saat ini, juga ada seleksi untuk atlet yang dilakukan di daerah-daerah.


Rangkaian Kegiatan Menarik di BISKUAT Academy 2022

Untuk menjangkau lebih banyak mimpi anak negeri, kegiatan ini memang dilakukan secara daring. Karenanya, banyak rangkaian kegiatan BISKUAT Academy yang bisa kita intip secara virtual.

Salah satu kegiatan yang menarik dan terbaru adalah diselenggarakannya Physical Education Teacher Workshop. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi terhadap guru Penjasorkes. Karena seperti yang kita tahu, guru-guru inilah yang menumbuhkan semangat dan kecintaan anak-anak pada olahraga sepak bola.



Lalu, juga ada pelatihan sesuai dengan kurikulum yang disusun oleh Coach Timo Scheunemann, seorang pelatih bersertifikat UEFA. Tidak hanya beliau saja, tapi juga ada Coach Aji yang juga menjadi pelatih inspirasional yang berjasa terhadap pembentukan pemain sepak bola handal Indonesia.

Selain dua kegiatan di atas, di BISKUAT Academy ini juga anak-anak akan mendapatkan pelatihan langsung dari pesepak bola nasional.

Secara umum, ada tiga kegiatan besar di BISKUAT Academy 2022, yaitu :

Sekolah bola online
Workshop guru olahraga
Kunjungan stadion ke Eropa


Bagi anak-anak yang begitu mencintai sepak bola, kegiatan-kegiatan di atas tentu sangat menyenangkan dan bisa jadi menjadi hal yang memang mereka inginkan sejak lama.

Sebenarnya, ada satu hal yang membuatku tertarik dengan BISKUAT Academy 2022 ini. Ya, ada sebuah video inspirasi pendek, yang salah satu latarnya mengingatkanku pada kawasan Taman Sari di Jogja.



Setelah beberapa kali melihat video tersebut, ada beberapa hal yang ingin ku bagikan dengan teman-teman.

Dulu mimpi kami kecil
Tendangan kami pendek
Seperti gang sempit di kampung kami
Hingga suatu hari dia datang
Saat tempat bermain kami menyempit
Dia membawa kami ke lapangan yang lebih besar
Saat cita-cita kami mengecil
Dia menunjukkan mimpi kami bisa lebih tinggi
Bahkan saat kami hampir kehilangan harapan
Dia percaya, untuk kami selalu ada harapan
Kami jadi punya mimpi besar di masa depan
Dan kami jadi percaya di dalam diri kami ada kekuatan
Agar kami bisa menendang lebih jauh
Dalam pertandingan yang lebih besar

Sinopsis

Video inspirasional yang berdurasi satu menit ini, menceritakan kehidupan anak-anak di sebuah perkampungan padat penduduk. Sebagaimana lazimnya anak laki-laki, mereka juga menyukai sepak bola.

Namun sayangnya, tempat tinggal mereka seolah tidak memberi dukungan terhadap olahraga yang disukai anak-anak ini. Benar. Sempitnya lahan. Karena selama ini mereka hanya bermain di gang sempit saja.

Hingga kemudian mereka mulai menyerah. Namun seseorang datang dan membuat mimpi mereka kembali hidup. Orang ini membawa mereka ke tempat yang seharusnya. Sebuah lapangan.

Orang ini pula yang ada ketika harapan mereka mulai melemah. Orang ini, kemudian dipanggil “pelatih”.


Insight

Jujur, aku sangat suka dengan narasi di video ini. Jadi, ketika hanya mendengarnya saja tanpa melihat videonya secara langsung, pesan itu seolah tersampaikan dengan baik.

Sebagai seorang ibu, ketika melihat video itu aku merasakan sebuah realitas yang banyak terjadi. Karena aku pun pernah tinggal di gang kecil seperti itu. Gang kecil yang bahkan dua motor tidak berpapasan.

Seperti yang terjadi pada anak-anak di video itu, anak-anak di sekitar rumah akhirnya jarang sekali ada yang bermain bola. Kalaupun ada, mereka biasanya bermain di halaman rumah tetangga yang lebih luas hingga di jalan-jalan.

Dari video itu aku pun setuju, bahwa setiap anak butuh diberi fasilitas dan dukungan.

Memberi mereka kesempatan untuk bermain di satu lapangan tentu menjadi pengalaman yang bisa jadi adalah awal dari karir besar mereka. Memberi mereka dukungan, bisa jadi adalah suntikan semangat yang akan melejitkan keinginan mereka untuk mewujudkan mimpinya.

Di akhir video, kita ditunjukkan sosok seorang pelatih yang benar-benar ada untuk mereka. Yang tidak hanya memberikan dukungan fisik tapi juga kepercayaan. Aku terharu, sih. Sungguh. Video ini mengetuk hatiku.

Bahwa memang nyatanya, ada banyak anak yang berhenti bermimpi dan tak pernah ingin mewujudkannya, karena tidak ada yang berpihak padanya.



Melalui BISKUAT Academy 2022, aku sebagai ibu pun menaruh harapan, semoga ada banyak generasi mudah yang bermunculan dan tumbuh dengan karakter baik mereka. Semoga ada banyak atlet muda yang mampu berkompetisi dengan baik dan bijak di lapangan.

Melihat perjalanan BISKUAT Academy dari tahun ke tahun dan bagaimana antusiasme anak-anak, rasanya kegiatan ini berhasil menjadi terobosan baru untuk mendukung bakat minat di bidang olahraga, khususnya sepak bola.

Sayangnya anakku baru tiga tahun, nih, hahaha. Buat ayah bunda yang anaknya sudah kelihatan nih gerak-geriknya di rumah. Daripada dimarahi terus karena suka main bola di jalan, suka main bola di siang hari :D



Yuk, coba didaftarkan ke BISKUAT Academy ini. Karena sebagai orang tua, tentu kita pun tahu, bahwa prestasi, bakat dan minat bukan hanya pada bidang akademis saja.

Di BISKUAT Academy 2022 ini, kita tidak hanya memberikan kesempatan anak untuk menguasai lebih dalam teknik sepak bola saja, tapi juga membekalinya skill yang sudah selayaknya dimiliki para generasi penerus sepak bola. Yakni inner strength tadi.

Untuk penutup tulisan ini, aku ingin mengajak teman-teman mengambil pelajaran dari petikan perjalanan Haudi Abdillah, sebelum akhirnya menjadi atlet profesional. Bahwa sesuatu atau yang kita sebut dengan "keberhasilan", tidak datang begitu saja. Semua butuh waktu untuk merasakan lelah dan kalah.

Namun juga seperti yang disampaikan oleh psikolog Jatu Anggraeni, bahwa kita adalah apa yang kita pikirkan, terlebih ketika kita mampu memproyeksikannya dengan apik. 

Maka, mari ajak anak kita untuk memproyeksikan semua mimpinya dengan gamblang. Ajak mereka untuk berdiskusi tentang mimpi-mimpi tersebut, tunjukkan pada mereka bagaimana membuat mind mapping dan berikan kesempatan mereka mencoba dan memperjuangkannya.

Melalui kisah-kisah haru di BISKUAT Academy, aku melihat bahwa anak-anak yang berhasil adalah mereka yang mendapatkan dukungan dan kehadiran yang penuh dari lingkungan terdekatnya, termasuk kita para orang tua. 
Nimas Achsani
Parenting, pernikahan, finansial dan gaya hidup

Related Posts

Post a Comment