Nimas

Merayakan Cinta Dalam Pernikahan?

23 comments


Merayakan cinta dalam pernikahan? Apa sih? Apakah itu semacam peringatan tanggal pernikahan? Atau tanggal pertama ketemu? Atau tanggal lamaran? Atau tanggal-tanggal sakral lainnya? Rasanya tidak ada pengertian atau penjelasan khusus mengenai hal ini ya. Saya sendiri pun tidak menemukannya di beberapa referensi. Namun, dari gabungan katanya, sepertinya kita membayangkan atau menafsirkannya sendiri ya.

Menurut saya pribadi, merayakan cinta adalah seperti merefresh kembali cinta kita, konteksnya di sini tentu saja dengan pasangan kita. Jangan salah, memperbarui rasa cinta itu perlu loh dalam pernikahan? Kenapa perlu? Nanti akan ada pembahasan lebih lanjut mengenai hal ini ya.

Nah, kali ini, saya menempatkan diri sebagai seorang istri ketika menuliskannya, terlepas dari amanah saya sebagai seorang ibu juga. Dan merayakan cinta ini, tidak melulu harus dengan menggelar acara mewah bermodal besar, ya.

pentingnya merayakan cinta dalam pernikahan
Pentingnya Merayakan Cinta Dalam Pernikahan

Seperti yang dituliskan sebelumnya, jika merayakan cinta di sini serupa dengan menyegarkan kembali hubungan suami istri. Lalu, apakah hal ini suatu yang penting? Tentu saja. Hidup dengan orang yang sama dalam waktu yang lama, melihat semua kurangnya, yang kadang juga khilafnya, bisa saja sedikit menggugurkan cinta pada pasangan loh.

Nah, berikut adalah alasan-alasan mengapa merayakan cinta dalam pernikahan, menjadi suatu hal yang wajib dilakukan setiap pasangan. Lanjutkan bacanya, ya …

getar cinta dan menguatkan kepercayaan

Memperbarui Getaran Cinta

Ikatan pernikahan yang terjalin dalam waktu yang lama, tidak bisa dipungkiri dalam perjalanannya mengalami banyak ujian. Masalah-masalah yang datang, baik kecil maupun besar, rasanya akan cukup menguras pikiran dan tenaga setiap pasangan.

Jika sudah begini, peran masing-masing pasangan dalam menguatkan bonding sebagai suami istri sangat diperlukan. Mengapa? Tidak lain dan tidak bukan, adalah untuk kembali menguatkan rasa cinta. Karena tak jarang, pasangan yang baru saja menghadapi ujian dalam pernikahan, dihadapkan pada situasi yang cukup kaku.

Memperbarui cinta pada pasangan, adalah salah satu kunci untuk tetap menggetarkan cinta itu sendiri, dalam pernikahan. Tentu saja, setiap pasangan memiliki caranya masing-masing. Selama tujuannya adalah tetap merawat cinta, tidak masalah jika memang berbeda dengan yang lainnya.

Menguatkan Kepercayaan

Seberapa besar kepercayaan kita terhadap pasangan, saat ini? Menguatkan rasa percaya, tidak melulu harus berkaitan dengan perbuatan negatif, ya. Sebab, banyak pasangan yang mampu tumbuh dengan hebat, karena keduanya memiliki kepercayaan atau keyakinan terhadap satu sama lain.

Salah satu hal, yang biasanya saya lakukan untuk menunjukkan kepercayaan sama pada suami, adalah dengan mengucapkan, “semoga rejeki yang kita terima adalah rezeki yang halal”. Dengan demikian, saya sudah memberikan kepercayaan padanya, untuk hanya menerima atau mencari rezeki yang halal. Sama halnya dengan suami, diapun akan meyakinkan saya dengan kerja kerasnya, jika rezeki yang dia bawa pulang adalah yang sumbernya halal dan baik.

Mengapa bisa demikian? Karena kepercayaan adalah bentuk keimanan kita pada Tuhan. Menjadikan Tuhan sebagai tombak dalam pernikahan adalah kunci keberkahan, bukan?

Dengan demikian, pasangan yang memperbarui cintanya, juga memperbarui rasa percayanya terhadap pasangan. Rasa percaya ini, tidak melulu soal materi, bisa juga berkaitan dengan rasa aman atau perlindungan, empati atau yang sejenisnya.

nostalgia dan evaluasi diri

Nostalgia dan Evaluasi Diri

Tidak jarang, ketika sedang melakukan sesuatu, secara otomatis pikiran akan terbawa pada masa lalu meskipun tanpa dikomando. Itu karena alam bawah sadar kita yang bekerja. Pun sama, ketika kita merayakan merefresh kembali cinta kita terhadap pasangan. Sering kali kita akan mengenang kejadian-kejadian masa lalu, yang bisa kita jadikan sebagai evaluasi diri.

Mengenang masa lalu dalam keadaan bahagia, biasanya akan membuat kita lebih mensyukuri banyak hal. Bagi saya pribadi, mengingat kejadian di mana masakan-masakan saya cenderung aneh daripada enak, membuat saya bersyukur atas keadaan sekarang, dimana bisa menyiapkan bekal untuk suami.

Benar, setelah memperbarui cinta, kita memang akan cenderung lebih pandai mensyukuri keadaan apapun, dalam pernikahan kita. Termasuk memiliki pasangan, seperti pasangan kita tentunya.

energi positif dan mengurangi konflik

Berbagi Energi Positif

Pernah mendengar ungkapan, jika kebahagiaan itu menular?

Ungkapan ini benar adanya. Entah bagaimana caranya, rasanya ketika kita sedang bersama dengan pasangan, dan dalam keadaan bahagia, rasanya komunikasi dan suasana pun sangat menyenangkan, bukan? Seolah di dalam rumah hanya kita berdua, meskipun anak-anak sedang terlelap di dalam kamarnya.

Dalam keadaan yang cintanya baru saja diperbarui, sudah pasti energi positif lah yang paling banyak berperan. Persebaran energi ini, tidak hanya akan dirasakan oleh pasangan saja, namun juga anak, keluarga dekat, dan juga orang-orang di sekitar kita.

Jika melihat konteksnya dalam pernikahan, maka energi positif yang dimiliki oleh para orang tua, ternyata juga berdampak pada perkembangan anak, loh! Nah, yuk coba kita upgrade cinta kita ke pasangan, supaya anak-anak pun ikut merasakan efeknya, ya!

Mengurangi Konflik

Menurut tulisan para orang-orang yang secara khusus mempelajari dan mengamati dunia pernikahan, mereka mengatakan jika memperbarui cinta kepada pasangan, bisa mengurangi konflik. Mengapa bisa demikian? Karena di antara keduanya, sama -sama memiliki pikiran yang jernih dan terbuka, tidak diliputi oleh amarah.

Dalam keadaan yang bahagia, pasangan suami istri akan lebih mudah menemukan dan merumuskan solusi-solusi terbaik, bagi permasalahan mereka.

cara sederhana perbarui cinta

 

3 Cara Sederhana Perbarui Cinta Dalam Pernikahan

Setelah membahas mengenai alasan pentingnya merayakan cinta dalam pernikahan, selanjutnya adalah cara-cara sederhana, yang bisa kita lakukan untuk memperbarui cinta tersebut.

Couple Time

Salah satu hal sederhana, yang bisa kita lakukan adalah dengan meluangkan waktu untuk berdua saja dengan pasangan. Tidak selalu weekend, karena di hari-hari biasa pun, sangat mungkin kita lakukan.

Beberapa kegiatan yang termasuk dalam couple time, misalnya adalah pillow talk. Apa itu pillow talk? Obrolan santai sebelum tidur, yang biasanya membicarakan berbagai bahasan. Saya sendiri, tidak selalu membicarakan hal yang berat, karena tak jarang sebelum tidur kita butuh merefresh hati dan pikiran, dengan hal-hal sederhana.

couple time

Selanjutnya, bisa juga dengan meluangkan waktu untuk tea/coffee time. Ini hanya ungkapan, untuk menggambarkan sebuah kegiatan yang biasanya didampingi oleh segelas teh maupun kopi. Biasanya, kami akan melakukan ini malam hari, tentu saja setelah bayi tertidur dan puas menyusu.

Kami bisa membicarakan banyak hal, mulai dari yang tidak penting hingga sangat penting, bisa juga menjadi kesempatan untuk tertawa bersama maupun bertukar pendapat. Tak jarang, kami barengi kegiatan itu dengan menonton film. Sederhana memang, tapi justru hal-hal seperti itu bisa sedikit menguatkan ikatan cinta dalam pernikahan.

Setiap pasangan butuh waktu untuk berdua tanpa distraksi. Karena kami hanya tinggal bertiga dengan anak bayi yang belum bisa ditinggal, maupun dititipkan, maka memanfaatkan waktu ketika dia tidur adalah satu-satunya kesempatan terbaik, yang kami miliki. Namun beberapa kali, kami juga membawa bayi kecil itu untuk bergabung bersama, ketika kami sedang motor-motoran keliling Semarang.

Jika memang memungkinkan untuk menitipkan atau meninggalkan anak kita sejenak, tidak masalah. Intinya adalah, suami istri butuh waktu berdua, untuk menyegarkan dan menguatkan kembali rasa cinta sama lain.

Memberikan Kejutan

Hal selanjutnya adalah kejutan. Sebagai pasangan, tentu kita mengetahui momen-momen yang tepat untuk memberikan hadiah ini. Tidak perlu dengan budget yang besar, karena yang menjadi poinnya adalah menyenangkan hati pasangan. Karena bukankah, ketika kita berbuat baik pada orang lain, kita juga akan merasa bahagia?

Pernah saya mengirimkan seikat bunga mawar merah muda ke kantor suami. Melibatkan teman kerja dan jasa ojek online, hadiah itu diterimanya dengan aman. Apa tujuan saya? Ingin menyemangatinya, karena saat itu saya tahu jika pekerjaannya di kantor sedang tidak bersahabat.

Juga ketika tiba-tiba saya kirimkan dua kotak makanan. Niat saya adalah berbagi kebahagiaan juga dengan teman-temannya sekantor. Meskipun saya hanya di rumah setiap hari, namun tak menghalangi keinginan saya untuk menciptakan kebahagiaan pada pasangan saya.

Apakah harus dengan mengirimkan hadiah secara tiba-tiba? Tidak juga. Kadang, saya juga memasakkan makanan yang dia suka atau membuat minuman kesukaannya. Sederhana saja, semua pastikan sesuai dengan kemampuan kita ya.

beri kejutan dan apresiasi pasangan

Mengapresiasi Pasangan

Hal ini erat kaitannya dengan pemberian hadiah, sebab dengan memberikan hadiah, kita juga menyisipkan pesan-pesan apresiasi terhadap pasangan kita, kan?

Namun, memberikan apresiasi secara khusus juga bisa kita lakukan dengan ucapan. Jangan pernah ragu atau malu untuk mengapresiasi segala usaha pasangan kita.

Saya sering bilang atau mengirimnya pesan singkat "terima kasih untuk kerja kerasnya sayang, semoga Allah membalasnya dengan segala keberkahan dan kebaikan". Namun, ketika melakukannya, jangan dulu berharap reaksi yang sangat tinggi, ya. Karena setiap manusia, punya gayanya sendiri-sendiri ketika menerima apresiasi.

Hal ini, juga sudah saya ajarkan pada bayi kami. Niat saya, ingin mengajarkan padanya empati sejak dini. Meskipun hanya sekadar mengucap "ayah, terima kasih sudah bekerja dengan semangat hari ini".

Silakan dikondisikan sesuai dengan keadaan masing-masing, intinya adalah memberikan apresiasi sebaik mungkin kepada pasangan. Pasangan yang merasa dihargai, akan melakukan apapun demi kebaikan keluarganya.

Hal-hal di atas adalah berkaitan dengan merayakan cinta dalam pernikahan. Tidak melulu soal nominal, sebab tidak semua berada pada keadaan ekonomi yang sama. Yang bisa sama-sama kita lakukan, adalah menjadi pasangan yang terbaik menurut keadaan diri kita dan pernikahan kita.

Jika ada pertanyaan merayakan cinta dalam pernikahan? Maka saya jawab harus. Karena setiap pernikahan punya masalah dan caranya sendiri untuk kembali menggetarkan cintanya. Tugas kita adalah sama-sama memupuk cinta itu, sebab bunga yang cantik dan mereka, jika tidak dirawat dengan baik pada akhirnya juga akan mati perlahan-lahan. Sama halnya dengan pernikahan.

Bagaimana? Sudah siap menggetarkan kembali cinta awal-awal menikah? Yuk semangat yaaa, kita adalah pasangan hebat untuk pasangan kita :)
Nimas Achsani
Blogger, content writer dan penulis buku. Tertarik dengan dunia pernikahan, psikologi, pendidikan dan finansial. Menulis bukan sekadar merangaki kata, namun juga menciptakan kenangan dan menebar manfaat.

Related Posts

23 comments

  1. Setujuuu.. merayakan cinta itu setiap hari buatku... karena pernikahan adalah ibadah terlama, maka harus ada usaha untuk membuat getar-getar itu selalu ada.

    ReplyDelete
  2. Setujuu.. pernikahan adalah tentang menjaga hubungan. BTW pesan singkat yang sering dikirim istri dan anakku adalah "Ayah kapan pulang" wkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Numpang ketawa ah...


      Tapi itu tandanya dikangenin pak

      Meskipun bisa jadi dikangeninnya buat ngangkat galong...qiqiqi

      Delete
    2. wkwk.. aku ngakak juga baca komen bu Lillah.

      artinya masih dibutuhkan bu, dibutuhkan buat ngangkat galon wkwk.

      Delete
  3. So sweat banget sihh
    tapi belum bisa aku contoh sekarang hehehe
    semoga nanti kalau berumah tangga sama-sama mau merayakan cinta setiap hari.

    ReplyDelete
  4. Belum mba karena belum menikah hehe
    Tapi teratarik banget untuk meluangkan couple time walaupun udah punya anak nanti

    ReplyDelete
  5. dengan empat anak, susah sekali punya couple time. Sedang asyik ngobrol sebelum tidur pun tetiba sang bayi bangun minta ASI.... :)

    ReplyDelete
  6. Jadi bergetar nih.. Huhuhu.. Memang penting sekali ya untuk mereview kembali masa-masa awal pernikahan, meluruskan niat dalam pernikahan, agar semangatnya tetap sama seperti awal-awal. Terima kasih tipsnya, Kak.

    ReplyDelete
  7. Kalau aku mungkin tipe pasangan yang tidak selalu merayakan anniversary, pasalnya hampir 10 tahun pernikahan tidak pernah mengagendakan moment khusus yang memang untuk merayakan. Tapi aku anggap moment-moment couple time sebagai perayaan cinta. ihihi ..

    ReplyDelete
  8. Couple time penting banget dalam pernikahan ya mba. Jadi catatan banget buat aku yang masih single ini..

    ReplyDelete
  9. Aku bacanya sambil halu huhu...
    Semoga suatu saat, pernikahan ku pun se sweet ini hmm

    ReplyDelete
  10. Merayakan cinta itu emang kudu setiap hari, kalau menurutku... Ehehehe meskipun hanya ngobrol sebentar sebelum tidur, heheheh

    ReplyDelete
  11. Pentingnya rekayasa cinta itu memang pasca pernikahan ya.
    Bukan sok romantis, tapi memang hangat dan getarnya cinta harus dijaga.

    ReplyDelete
  12. Akuu.. akuuu..
    Aku mau nanyak,

    Merayakan cinta dalam kejombloan gimana caranya mba?? 🤭

    ReplyDelete
  13. Setuju banget mbak. Saya sering kok ngajak suami keluar berduaan aja. Entah sekedar ke angringan minum es teh sambil ngobrol gtu aja... Setidaknya waktu berdua itu bisa memupuk cinta apalagi setelah adanya konflik

    ReplyDelete
  14. Bagus banget artikelnya, kita sering lupa merawat cinta karena kesibukan sehari-hari padahal hal ini penting banget ya...

    ReplyDelete
  15. Ah setuju banget ni seiring dengan beejalannya pernikahan kita sering lupa sama hal2 seperti ni krn sibuk sama anak dan kegiatan lain. Kalo aku selalu mengusahakan couple time. Sengaja pas ngampus ga bawa kendaraan ntar pulangnya dijemput trs ngafe berdua atau kalo dlu nonton. Ngobrol2 ringan berdua aja. Gtu aja udah bikin mood jd lebih baik dan jd menghangatkan suasana dan cintq pastinya

    ReplyDelete
  16. Merawat cinta dalam pernikahan memang sangat penting ya..karena itu bukan hal.yang otomatis terjadi dan harus diupayakan bersama. Terima kasih tipsnya mba..

    ReplyDelete
  17. Banyak juga tips rahasia menjaga cinta. Hmmm, enaknya milih dan make yg mana yaaaa ..
    *pilahpilih

    ReplyDelete
  18. Benar juga ya. Menurutku malah harus. Dalam pernikahan merayakan cinta kan juga halal. Nggak ada norma yang harus dilanggar. Sama suami sendiri ini. Hehehe...

    ReplyDelete
  19. Setuju banget karena aku juga melakukan hal yang sama. Suami aslinya yang ngajarin aku untuk romantis. Aslinya malu, tapi sama suami sendiri masa malu, hahahaa

    Jadi kami sering meluangkan waktu untuk nonton berdua, makan di restoran juga berdua aja. Bahkan pernah nonton konser berdua, anak masih kecil dititipkan ke pengasuh karena udah malam. Alhamdulillah kehangatan cinta akan terus berpendar menyelimuti hati kedua pasangan suami istri

    ReplyDelete
  20. Kalau aku karena anak sudah gede-gede pinginnya bareng anak-anak melulu. Memanfaatkan waktu, bentar lagi ada anak yang kuliah, mulai sibuk sendiri-sendiri. Sering kali kami malah yang disuruh pergi berdua sama anak-anak. Duh ... Kami tuh orang tua yang ngintilan sama anak :)

    ReplyDelete
  21. aku masih bisa couple time alhamdulillah disambi merawat mertua dua yang dah sepuh. Berbagi kasih sayang bersama. Makasih sudah dikasih Banyak tips mba.

    ReplyDelete

Post a Comment