Nimas

Syarat Blog Bisa Menghasilkan Uang : Ketika Ibu Rumah Tangga Mampu Beli Segelas Kopi Dengan Uang Sendiri

16 comments
monetisasi blog




Ketika mulai belajar ngeblog, salah satu yang menarik perhatian adalah bahasan syarat blog bisa menghasilkan uang. Meskipun memang, sampai saat ini aku pun nggak terlalu fokus mendalami hal ini. Tapi di sisi lain, ada harapan bahwa dengan ngeblog ada transaksi di rekening yang cukup buat beli kopi di cafe.

Namun, nggak semudah itu. Mungkin ketika kita baru terjun ke dunia blogging, kita akan dilihatkan betapa nikmatnya menulis, diam di dalam rumah tapi aliran rupiah hingga dollar itu lancar di rekening. Surel tak hentinya menerima tawaran kerjasama.

Untuk sampai di titik ini, ternyata butuh effort yang nggak mudah dan nggak bisa kalau kita cuma mau coba-coba.

Dua tahun menjadi ibu rumah tangga, fase yang nggak mudah. Sampai akhirnya aku menemukan dan menyadari, jika kegiatanku menulis adalah healing terbaik. Inilah titik balik dalam hidupku. Satu demi satu rencana, akhirnya mulai aku tulis dan lakukan semampunya aja.

Memberanikan diri untuk mencoba banyak hal baru, juga salah satu caraku agar jauh dari overthinking dan kecemasan. Sebisa mungkin, aku menjaga agar pikiran tetap sibuk dengan hal-hal baru.

Menjadi blogger dan content writer adalah hal yang menyenangkan. Sejak awal memang tujuanku bukan untuk mencari pekerjaan tapi rekreasi. Dan akhirnya aku sangat nyaman pada keadaan ini. Siapa yang menyangka, ketika tengah belajar banyak hal teknis, Allah jadikan kegiatan ini sebagai pintu rezeki.

Aktualisasi Diri Seorang Ibu Rumah Tangga Dengan Ngeblog

Sejak menikah dan memutuskan menjadi ibu rumah tangga, aku sudah berbicara dengan suami tentang hal ini. Bahwa aku tetap butuh ruang dan kesempatan untuk tetap belajar. Beruntungnya, dia sangat mendukung keputusan ini.

Salah satu yang aku lakukan adalah dengan ikut lomba blog. Karena dengan begitu, aku punya kesempatan untuk mempelajari banyak hal baru. Meski banyak kalahnya, tapi ternyata ikut lomba blog juga nagih, loh!

Kalau kata suami, emang effortmu gimana sampai layak jadi juara? Nggak usah sedih, coba lagi di lomba lainnya. Kalau nggak mau sedih karena belum menang, ya, jangan ikut lomba.

Jleb banget, kan? Tapi aku setuju 100%. Kalau usaha kita ternyata jauh dari kata maksimal, ya nggak bisa dong berharap lebih. Kan, masing-masing juga tahu seberapa maksimalnya usaha diri sendiri, kan?

Di tengah pikiran yang campur aduk, karena lomba yang hampir 90% belum menang, banyak tidak lolos campaign hingga, ya, job menulis yang memang tidak selalu ada. Ada sebuah tawaran menarik, untuk bergabung dalam sebuah kelas blog.

Pekerjaan yang timbul tenggelam, juga kuasa Allah. Yang timbul disyukuri, yang tenggelam diikhlaskan. - Nimas Achsani
kelas ngeblog


Short Course 30 Juta Dari Ngeblog

Kelas ini, diadakan beberapa waktu lalu. Cuma tiga hari. Materinya pun cukup padat, ya. Alasan kenapa aku ikut kelas ini, tentu saja untuk membuka pikiran dan mata. Bahwa di atas langit, masih ada langit. Bahwa di tengah usaha diri (yang kita anggap keras) ternyata banyak kerja keras yang tidak tampak.

Ada beberapa insight yang menurutku penting banget untuk diterapkan, baik di artikel atau blognya sendiri. Ingat, kan, bahwa syarat blog bisa menghasilkan uang itu sangat kompleks.


Memperbaiki Kualitas Artikel

Ini adalah materi hari pertama. Disampaikan oleh Mbak Shafira. Aku setuju banget, kalau ini jadi materi pembuka. Karena sebelum berharap punya banyak uang dari ngeblog, perlu introspeksi diri apakah artikel kita sudah sehat?

Usut punya usut, pembaca memiliki ketertarikan tertentu pada sebuah judul artikel. Itulah mengapa, sebagai blogger kita tidak bisa asal membuat judul. Karena ini, juga akan berpengaruh pada trafik blog kita.


Perhatikan Kaidah SEO

Salah satu syarat blog bisa menghasilkan uang adalah dengan memperhatikan kaidah SEO. Karena google akan lebih mengenali artikel-artikel kita.

Jadi, memang tidak bisa asal menulis. Karena kita juga perlu riset, konten apa yang menarik, konten yang sedang viral dan keyword tertentu untuk mengarah ke artikel kita.

Pahami Permintaan Klien Juga Pembaca

Materi ini sebenarnya masuk di hari kedua, yaitu Tips Menang Lomba dari Mbak Jihan (salah satu inisiator kelas ini). Dan ini juga menjawab sekaligus menguatkanku secara pribadi ya.

Bahwa nggak semua penyelenggara lomba itu memiliki penilaian yang sama. Tapi kuncinya tetap sama “kualitas konten”. Kalau memang mau menang lomba, ya harus mau menambah kerja kerasnya.

Tidak ada salahnya kita mempelajari “kebiasaan” para juri ini. Beberapa juri, memang tidak lepas dari latar belakangnya ketika melakukan penilaian. Pekerjaan dan latar belakang pendidikan, adalah hal yang mungkin saja ikut andil dalam menilai.

Salah? Tentu tidak. Sebab setiap juri pasti memiliki kriteria sendiri dan mereka bukanlah orang kemarin sore di bidang ini.

Termasuk juga klien. Permintaan klien ketika mengajukan kerja sama, biasanya memang akan berbeda. Tidak masalah, kita hanya perlu memahaminya.

Penyelenggara lomba, klien dan kemudian pembaca. Menurut Mbak Jihan, pembaca suka artikel yang relate dengan kehidupannya dan ada manfaat yang bisa diambil.

Fokus Pada Sumber Penghasilan

Nah, ini menjadi materi ketiga sekaligus penutup kelas ini. Mas Rozak yang memang expert di bidang ini, menjelaskan banyak hal menarik. Salah satunya adalah tentang Adsense.

Banyak blogger yang memang meraup rupiah dengan cara ini. Namun, aku pribadi memang sejak awal tidak berniat mencari keuntungan dengan Adsense. Jadi, ya, pernah mendaftar tapi tidak aku lanjut prosesnya.

Sumber penghasilan, ini hal yang sangat subyektif. Adsense, endorsement dan lainnya adalah pilihan masing-masing. Kuncinya harus fokus pada sumber ini. Karena kita perlu memaksimalkan usaha di bagian ini.

cara daftar adsense

Syarat Blog Bisa Menghasilkan Uang

Artikel Berkualitas

Salah satu syarat blog bisa menghasilkan uang, adalah memiliki artikel yang berkualitas. Yang di dalamnya menyajikan masalah sekaligus solusi, menerapkan kaidah SEO On-Page Off-Page dengan baik.

Terlihat sederhana, tapi kita akan selalu butuh waktu untuk membiasakan dan mempelajarinya.

Blog Dalam Keadaan “Sehat”

Kalau kata Mbak Shafira, sebelum berharap mendapatkan uang coba periksa kapan terakhir kita nulis di blog?

Hmmm, apakah ada yang merasa tersindir? Nggak apa-apa, artinya memang kita punya masalah yang sama. Salah satu indikator blog sehat adalah memiliki artikel yang dipost secara rutin.

Jangan lupa juga, bahwa Google menyukai blog dengan desain template tertentu. Nah, coba kita cek, apakah struktur blog sudah sehat? Teman-teman bisa menggunakan tools tambahan untuk hal ini ya, misalnya SEO Meta Inspector.

Monetisasi Blog

Syarat blog bisa menghasilkan uang tentu saja dengan menguangkan blog kita. Bisa saja dengan gabung dengan marketplace seperti Sosiago, Vira, Rajabacklink, Mediabacklink dan sejenisnya.

Dengan bergabung dengan media seperti ini, kesempatan untuk mendulang rupiah lebih besar.

Namun, teman-teman juga bisa dengan mengikuti campaign brand tertentu. Namun, untuk hal ini, beberapa menyaratkan DA angka tertentu, jadi kembali lagi bahwa memiliki blog yang sehat adalah wajib, hukumnya.

seo blog


Harapanku Setelah Selesai Kelas?

Sebelum mengikuti kelas apapun, prinsipku adalah “wajib mengosongkan gelas”. Ingat, meskipun kita belajar hal yang sama, tapi dengan guru dan pengalaman yang berbeda, tentu outputnya berbeda.

Jangan selalu beranggapan “materi ini sudah pernah” dan merasa tidak perlu mempelajarinya kembali. Kalau mau naik kelas, ya harus mau belajar dan selalu belajar.

Bahkan Abu Darda pun selalu penasaran dengan hal baru, padahal pengetahuan beliau tentang fiqih dan Alquran tidak perlu diragukan. Namun, beliau ini memang dikenal sebagai salah satu sahabat Rasulullah yang haus akan ilmu.

Ketika aku mengijinkan gelasku kosong, maka aku juga memberi kesempatan diri ini untuk tetap tumbuh. Seperti halnya kemarin, aku sangat perlu mengosongkan gelasnya, karena gelasku terlalu penuh dan justru banyak luber, tumpah dan hilang :)

Blog Dan Artikel Lebih Sehat

Ini adalah salah satu harapan terbesarku. Memiliki blog dan artikel yang berkualitas. Kalau dipikir-pikir memang akan rumit, tapi kalau sudah bertekad? Siapa yang bisa menghalangi? Nah, masalahku ada pada tekad ini :(

Kalau melihat Mbak Shafira, Mbak Jihan dan Mas Rozak yang mampu struggle dengan ternak blognya, tentu mereka tidak main-main di bidang. Mereka fokus dan punya goals.

Inilah yang akan aku adopsi, semangat mereka untuk bertahan dengan konten yang berkualitas.

Enjoy Ngeblog

Mbak Shafira bilang, kalau menulis sebaiknya tidak dibarengi editing. Sebab menulis menggunakan hati dan editing menggunakan otak. Karena menurutnya, ini akan memperlambat laju kita membuat konten. Fokus menulis, diamkan, dan edit, begitu katanya.

Kalau dari Mbak Jihan, jangan ingat lomba blog yang kalah :) (aku tiba-tiba jadi ingat banyaknya lomba yang belum berhasil). Kita fokus aja sama kompetisi yang akan datang. Yang kalah, kita jadikan bahan evaluasi.

Menurut Mas Rozak, mengurus monetisasi itu penting kalau kita mau mendapatkan penghasilan dari ngeblog. Tapi memiliki konten yang berkualitas adalah wajib. Memiliki ratusan blog, beliau tidak melupakan pentingnya riset keyword, loh!

Dari ketiga pemateri, hal yang aku tangkap adalah “nikmati aja ngeblognya”. Karena setiap proses itu butuh waktu, jika bukan saat ini maka nanti. Selama kita mau berusaha, meyakinkan diri kemungkinan untuk berhasil selalu ada.



Syarat blog bisa menghasilkan uang memang cukup “mudah”, tapi kita perlu kerja keras untuk mendapatkannya. Terlihat mudah, sebab kita bisa jadi belum melakukan yang maksimal (kayak aku, nih).

Ketika pertama ngeblog, tujuanku adalah untuk healing itulah kenapa sampai saat ini tidak menggunakan adsense. Namun, ternyata Allah bukakan pintu rejeki lewat blog.

Dari segelas kopi yang aku beli dengan uang sendiri dan itu dari ngeblog, aku juga sadar jika kita mau bersungguh-sungguh terhadap suatu hal, Allah akan berikan kita hadiah atas kerja keras itu.

Oke, mungkin tulisanku tentang pengalaman ketika ngeblog selama ini (yang sering banget kalah lomba, nggak lolos campaign dan tawaran job menulis yang nggak selalu ada dan anak kemarin sore), cukup sampai sini ya.

Short Course 30 Juta, memang sedikit banyak mengubah persepsiku terhadap blog dan perintilannya. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk tetap bertahan di jalan ini.

Jika memang teman-teman mau menghasilkan uang dari blog, silakan pelajari lebih detail syarat blog bisa menghasilkan uang, tanya pada blogger senior dan jangan merasa “sudah pernah” lalu malas mengikuti kelas blog.

Sampai jumpa di curhatan selanjutnya ya, semangat ngeblog semangat belajar :)
Nimas Achsani
Blogger, content writer dan penulis buku. Tertarik dengan dunia pernikahan, psikologi, pendidikan dan finansial. Menulis bukan sekadar merangkai kata, namun juga menciptakan kenangan dan menebar manfaat.

Related Posts

16 comments

  1. Suka banget baca tulisan dari salah satu pemenang lomba blog, ajari aku ya mbak Nimas.

    ReplyDelete
  2. Ada nggak ya klinik buat ngobatin blog biar sehat?
    Emang dasar males aja nih...hehehe

    ReplyDelete
  3. luarbiasa mbak nimas, baca ulasanmu aku salut. story teller banget. dan congrat ya mmbak atas semua pencapaian dua tahun ngeblog, begitu melejit mbak. semoga bisa meniru jejakmu. oh ya, mampir keluasanku juga boleh, nulis ttgmu mbak nimas, ehee

    ReplyDelete
  4. Sejauh ini juga belum pengen pasang AdSense, karena blog yang bersih lebih aku suka dibanding yang ada iklannya.
    Blog mbak Nimas aku suka.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jujurnya saya juga lebih suka blog tanpa ada iklann, lebih ngalir bacanya tanpa terganggu dengan deretan iklan, bikin siwer mata.

      Tulisan tema short course blog dengan gaya story tellingnya Mbak Nimas jadi keren dengan sudut pandang berbeda. Mantap

      Delete
  5. Hasil memang tidak akan mengkhianati ikhtiar. Mau lebih? Usahanya juga harus sepadan.
    Apalah Bunda yang disuruh kulik GA aja gampang nyerah...

    ReplyDelete
  6. Wah seneng bacanya, kok emang beda kalau content writer udah ngulas sesuatu. Aku turut belajar padamu mbaak Nimas. Pengen ditularin ilmunya juga donk.

    ReplyDelete
  7. masyaAllah keren banget tulisannya mb Nimas, aku jadi banyak dapat insight juga melalui tulisan mb. tertular semangatnya. enjoy blogging, kalo belum sekarang, mugkin nanti, yang penting blog sehat. suka dengan kalimat ini..

    ReplyDelete
  8. Waaa ... pesan ketiga mastah bener-bener aku ulang-ulang bacanya biar merasuk ke alam bawah sadar. Jadi tips nulis biar enjoy, jangan dibarengi dengan edit ya. Aku banget nih, makanya jadi suka mandeg dan lama nulisnya. Pesan mbak Jihan next bakal dicoba deh. Dan pesan mas Rozaq bener-bener nampar. Semangat untuk diriku..

    ReplyDelete
  9. Emang beda ini tulisannyaaa. Story tellingnya g kerasa baca sampai akhir dan seru!

    ReplyDelete
  10. Ngeblog dengan enjoy ini yang harus kita pertahankan ya mba..
    Agar tulisan yang kita buat bisa dari hati, dan membuat pembaca menyukai tulisan kita :) makasih mba buat sharingnya..
    Ditunggu sharing selanjutnya yaa :D

    ReplyDelete
  11. Merasakan hal yang sama Mba..
    Ketika niat awal ngeblog mulai goyah krna cuan, disitulah kita harus back to track biar nulisnya semakin berkualitas dan dari hati

    ReplyDelete
  12. Masya allah...

    Duh aku beli apa y dari ngeblog hwkalalaa.. banyak deh kayaknya. Alhamdulillah barokalloh y mbak.

    Aku ikut seneng dengernya. Meski cuma secangkir kopi...

    Padahal udah menang lomba blog dimana2 nih kak nimas.

    Poin yg paling mengena adalah fokus dan bersungguh2 keren kak

    ReplyDelete
  13. kereeen banget tulisannya mba nimas nih, bener banget mba jangan selalu beranggapan "materi ini sudah pernah" karena memang akan selalu ada hal baru

    ReplyDelete
  14. "Sebab menulis menggunakan otak dan editing menggunakan hati. " Ini nggak terbalik kah, mbak?

    Aku pernah ikut kelas menulis dari Babe yang narsumnya justru menyampaikan kebalikannya.

    Menulis itu pakai hati, tapi editing pakai otak. Dan aku lebih setuju yang ini sih. Karena saat menulis ya biarkan aja ngalir sekeluarnya. Baru setelah selesai tulisannya, diedit dengan cek udah sesuai KBBI belum, panjang pendek kalimat, dsb.

    ReplyDelete
  15. eh iya ya Allah, jazakillah khoir mbak koreksinya , langsung edit nih

    ReplyDelete

Post a Comment